Ketika hendak mengganti atau memperbaiki tabung tersebut, api diduga sudah muncul sehingga langsung menyambar dan membakar orang-orang yang berada di dalam satu ruangan.
"Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," katanya.
Suta mengatakan dua korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka lebih dari 90 persen. Kedua korban tersebut adalah Deni Setiawan dan anaknya, Raihan Alfarizky.
"Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujarnya.
Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Salah satunya, Enah, menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.
Kemudian, Amelya Putri menjalani perawatan di ruang rawat karena mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen.
Dua korban lainnya, Buyin dan Aisah (15), menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.
Suta mengatakan kondisi Enah masih belum dapat dipastikan karena menjalani perawatan di ruang ICU dan belum diperbolehkan dijenguk.
Namun, berdasarkan kondisi saat pertama kali mendapatkan penanganan, luka bakar yang dialami Enah tergolong serius.
"Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen," tutupnya.
Saat ini, kasus ledakan gas yang menyebabkan ayah dan anak tewas tersebut masih dalam penanganan Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi. Dugaan kebocoran gas menjadi salah satu hal yang tengah ditangani dalam kasus tersebut.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
