Eskalasi konflik antara pemerintah Yaman dan Houthi memanas sejak awal Juli 2026 akibat berakhirnya masa gencatan senjata yang berjalan sejak 2022. Arab Saudi konsisten berada di barisan pendukung pemerintah resmi Yaman dalam perang saudara yang pecah sejak 2014 ini.
Selain meluncurkan serangan udara, Houthi turut memperkuat pengaruhnya di pesisir barat Yaman sepanjang Laut Merah, yang berdampak langsung pada stabilitas jalur energi dan ekonomi Arab Saudi.
Ancaman terhadap sektor energi juga datang dari wilayah Irak pada 10 September 2026 lalu, yang sempat mengganggu operasional Pipa Minyak Timur-Barat milik Saudi sepanjang 1.200 kilometer. Para pelaku bisnis mengkhawatirkan penghentian fasilitas yang dibangun sejak era 1980-an ini dapat memangkas hingga 4 persen pasokan minyak dunia jika berlangsung lama.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
