“Kami ingin masyarakat memiliki pilihan layanan mata yang bukan hanya bagus dari sisi medis, tetapi juga memberikan pengalaman pelayanan yang nyaman dan personal,” katanya.
Dipilihnya kawasan Pluit sebagai lokasi SMEC Prime kedua, lanjutnya, tidak terlepas dari besarnya potensi dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mata di kawasan Jakarta Utara dan sekitarnya.
“Kami tentu sangat bangga dan bersemangat. Dipilihnya Pluit sebagai SMEC Prime kedua menunjukkan bahwa kami melihat potensi dan kebutuhan yang besar di area Jakarta Utara. Harapannya, SMEC Prime Pluit bisa menjadi bagian dari perkembangan SMEC dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, persoalan kesehatan mata masih menjadi perhatian, termasuk katarak yang merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan.
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya masyarakat yang menunda pemeriksaan mata karena menganggap penurunan kemampuan melihat sebagai sesuatu yang wajar seiring bertambahnya usia.
Padahal, ketika gangguan penglihatan mulai terjadi, kondisi tersebut dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, produktivitas hingga kualitas hidup.
“Masih banyak orang yang menunda pemeriksaan karena menganggap penurunan penglihatan adalah hal yang biasa karena usia. Padahal, ketika penglihatan mulai terganggu, aktivitas sehari-hari, produktivitas, bahkan kualitas hidup juga bisa ikut terdampak,” jelasnya.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
