Pengelolaan secara digital dapat membantu petugas memperoleh informasi pengunjung dengan lebih cepat. Data yang tersimpan dalam sistem juga dapat mempermudah proses monitoring serta penyusunan laporan dibandingkan pencatatan yang dilakukan secara terpisah.
Penerapan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari transformasi digital dalam pengelolaan fasilitas, terutama pada lingkungan yang memiliki aktivitas kunjungan cukup tinggi.
"Visitor Management System merupakan bagian dari solusi digital bagi perusahaan dan pengelola fasilitas. Pemanfaatannya dapat membantu menciptakan proses penerimaan tamu yang lebih praktis, tertib, dan terintegrasi sekaligus mendukung pengelolaan akses di lingkungan kerja," tuturnya.
Menurut Chipta, transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari proses yang kompleks. Pengalaman tamu sejak pertama kali memasuki sebuah gedung juga dapat menjadi bagian dari penerapan teknologi di lingkungan kerja.
"Menurut dia, transformasi digital tidak selalu dimulai dari proses yang kompleks—bahkan pengalaman pertama seorang tamu ketika memasuki gedung dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju lingkungan kerja yang lebih modern dan profesional."
"Kami berkomitmen dalam mendorong transformasi digital dan energi hijau keberlanjutan yang berkualitas," ucapnya.
Dengan sistem penerimaan tamu berbasis digital, informasi kunjungan dapat dikelola secara lebih terstruktur. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, prosedur keamanan, serta tata kelola data masing-masing pengelola fasilitas.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
