BEKASI, iNewsBekasi.id- Lembaga filantropi Qudwah Indonesia memperingati milad ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan kemanusiaan, edukasi sejarah, dan penguatan literasi di Kota Bekasi, Rabu (14/10/2026). Dalam momentum tersebut, Qudwah Indonesia meresmikan Museum Genosida bertajuk The Unbreakable Story of Palestine dan meluncurkan buku Journey to Padang Mahsyar karya Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim.
Peringatan sembilan tahun perjalanan Qudwah Indonesia ini tidak sekadar menjadi ajang tasyakuran, tetapi juga momentum refleksi atas upaya lembaga dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina melalui pendekatan edukasi, kemanusiaan, dan penguatan narasi publik.
Museum Genosida The Unbreakable Story of Palestine dihadirkan sebagai fasilitas edukasi sejarah visual yang terbuka untuk masyarakat umum. Kehadiran museum ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai kondisi Palestina sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.
Selain peresmian museum, rangkaian acara juga diisi dengan gelar wicara interaktif melalui Podcast Titik Tengah yang membahas dinamika perjuangan Palestina, tantangan filantropi, serta pentingnya membangun kesadaran kemanusiaan di tengah perkembangan arus informasi global.
Sejumlah tokoh agama dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka di antaranya perwakilan MUI Kota Bekasi K.H. Sugandi, Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Dr. K.H. Oke Setiadi, Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kota Bekasi K.H. Wahyu TB, serta CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha.
Dari kalangan pendidikan, hadir Ketua III Bidang Kemitraan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Pusat Ruly Renata, Ketua Bidang IV JSIT Jawa Barat Muhamad Iqbal, dan Ketua JSIT Kota Bekasi Suparto.
Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan lembaga yang bermula dari aktivitas di tingkat lokal hingga mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat internasional.
"Alhamdulillah, ternyata dari kiprah yang hanya di Kota Bekasi, dari supporting konser saja, menjadi lembaga yang kiprahnya diakui di Kota Bekasi, bahkan sudah menjalin kerja sama dengan mancanegara," ujar Lukman Hakim.
Sementara itu, Pembina Qudwah Indonesia, Asep Didi Kurnia, mengingatkan seluruh jajaran lembaga agar senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan umat merupakan amanat yang harus dipertanggungjawabkan.
"Kepercayaan adalah amanat, bukan sekadar dukungan. Tidak semua kebaikan terlihat oleh publik, tidak semua pengorbanan tercatat dalam laporan, namun kita berharap tidak ada satupun ikhtiar yang luput dari penilaian Allah Subhanahu wa Ta'ala," pesannya.
Dalam sesi Podcast Titik Tengah, Lukman Hakim menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk membangun pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai persoalan Palestina.
Ia menyebut upaya tersebut perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, agar isu Palestina tidak hanya menjadi perhatian sesaat.
"Bagaimana membangun kekuatan pemahaman, bagaimana pentingnya mendukung. Bahkan kami secara bersama dengan stakeholder secara masif memasukkan kurikulum kepalestinaan ke dalam ajaran (sekolah)," tegas Lukman saat berbincang di podcast.
Dalam kesempatan yang sama, mantan jurnalis internasional Anadolu, Pizarro Gozali, menyoroti perubahan lanskap informasi global seiring meningkatnya peran media sosial dalam menyebarkan informasi alternatif mengenai konflik Palestina.
" Sekarang informasi alternatif melalui media sosial muncul dan tidak bisa ditutupi lagi. Bahkan sineas di Israel sendiri membuat film yang mewawancarai 24 tentara penjajah yang mengakui terlibat genosida di Gaza," ungkap Pizarro.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menyuarakan isu kemanusiaan dan tidak sekadar menjadi penonton di tengah perkembangan situasi global.
"Apa cerita yang bisa kamu bawa 30 tahun lagi kepada anak cucumu? Apakah cuma jadi penonton, scroll TikTok, atau terus berjuang menyusun puzzle terbaik untuk Palestina?" pungkasnya.
Luncurkan Buku Journey to Padang Mahsyar
Selain meresmikan Museum Genosida Palestina dan menggelar diskusi melalui Podcast Titik Tengah, Qudwah Indonesia juga meluncurkan buku Journey to Padang Mahsyar karya Lukman Hakim.
Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dalam rangkaian peringatan milad ke-9 lembaga tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan jamuan makan bersama yang menyajikan Maqluba, hidangan khas Palestina. Momen tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, kedekatan emosional, dan persaudaraan di antara para tamu undangan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Qudwah Indonesia menegaskan pentingnya menggabungkan aksi kemanusiaan, edukasi sejarah, dan penguatan literasi untuk menjaga perhatian publik terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
