Pengalaman Perdana Langsung Akreditasi A, Perpustakaan UBSI Ukir Prestasi

Vitrianda Hilba Siregar
Perpustakaan perguruan tinggi saat ini dituntut untuk bertransformasi dari sekadar tempat menyimpan buku menjadi pusat pengetahuan (knowledge center) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Foto: AI

Pentingnya pemenuhan standar mutu perpustakaan perguruan tinggi turut diamini oleh anggota tim asesor yang juga menjabat sebagai Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra. Made Ayu Wirayati. Made menuturkan bahwa saat ini baru sekitar 20 persen perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia yang terakreditasi, sehingga asesmen menjadi langkah krusial untuk evaluasi diri.

"Proses akreditasi memberikan kesempatan bagi pengelola perpustakaan untuk mengevaluasi berbagai komponen, mulai dari tata kelola kelembagaan, pengembangan koleksi, kualitas layanan, kompetensi sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana," ungkap Made.

Pencapaian tertinggi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengelola perpustakaan. Kepala Perpustakaan UBSI Novita Indriyani menyatakan bahwa Raihan Akreditasi A ini sangat berkesan mengingat ini merupakan pengalaman akreditasi perdana bagi institusinya.



Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network