Bekasi Sulap TPA Burangkeng Jadi Pusat Energi, Instalasi Air Lindi Rampung Desember
SETU, iNewsBekasi.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu. Saat ini, instalasi pengolahan air lindi kini tengah dibangun di lokasi tersebut.
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah yang sudah menahun di Kabupaten Bekasi.
“Kami melakukan upaya menuntaskan persoalan sampah. Kemarin saya hadir langsung dalam rencana pengelolaan sampah menjadi listrik yang akan dibangun di Bekasi. Kami siapkan fasilitas penunjang, menindaklanjuti evaluasi dari KLHK terkait air lindi,” kata Ade, Selasa (7/10/2025).
Sistem pengelolaan sampah di TPA Burangkeng selama ini menuai kritik tajam. Sampah hanya ditumpuk secara terbuka (open dumping), tanpa proses pengolahan lebih lanjut. Bahkan, KLHK mengancam menutup permanen TPA Burangkeng jika tidak segera dibenahi.
Salah satu sorotan utama adalah air lindi cairan beracun yang terbentuk dari resapan air hujan ke tumpukan sampah. Air ini mengandung zat kimia berbahaya termasuk logam berat dan dinilai telah mencemari air tanah serta lingkungan sekitar.
”Sesuai arahan Menteri LHK, kami membangun sistem pengelolaan air lindi yang sudah dikeluhkan masyarakat. Ini bagian dari sinergi kami dengan pemerintah pusat untuk mengelola sampah ramah lingkungan,” ucapnya.
Ade menambahkan bahwa jika proyek ini terealisasi, sekitar 80 persen sampah di Kabupaten Bekasi akan dikonversi menjadi energi listrik. ”Kalau ini berjalan, Insya Allah 80 persen sampah kita bisa diubah jadi energi. Ini investasi masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Benny Sugiarto Prawiro menjelaskan bahwa proyek pengolahan air lindi telah dimulai sejak September lalu, dengan masa kerja 90 hari.
“Saat ini progresnya sudah 40 persen. Sesuai kontrak, targetnya selesai pada awal Desember. Instalasi ini berfungsi menampung dan mengolah air lindi sebelum dialirkan ke sungai, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan,” ujarnya.
Sistem ini akan menjadi bagian integral dari pengelolaan sampah modern di Kabupaten Bekasi, sekaligus mendukung kelayakan lokasi sebagai calon pembangunan PSEL. Rencana pembangunan PSEL terus bergulir.
Tim verifikasi dari berbagai kementerian termasuk Kementerian LHK, Kemenko Perekonomian, Kemendagri, Kementerian ESDM, serta perwakilan dari Badan Pengelola Investasi Danantara telah meninjau lokasi di sekitar TPA Burangkeng pada Minggu 5 Oktober 2025 lalu.
Terpisah, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Ida Farida menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas lima hektare untuk mendukung proyek strategis nasional ini.
“Kami siap mendukung penuh pembangunan PSEL. Ini peluang besar, karena selain mengatasi masalah sampah, program ini juga memberi manfaat energi untuk masyarakat. Apalagi sampah nanti dikelola menjadi listrik,” ucap Ida.
Editor : Abdullah M Surjaya