Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kiprah Arsul Sani, dari Aktivis HMI hingga Kursi Hakim Mahkamah Konstitusi
Advertisement . Scroll to see content

Tak Terpengaruh Isu Ijazah Palsu, Arsul Sani: Tetap Tenang, Ambil Hikmahnya Saja!

Selasa, 02 Desember 2025 | 08:36 WIB
  • author Abdullah M Surjaya
Tak Terpengaruh Isu Ijazah Palsu, Arsul Sani: Tetap Tenang, Ambil Hikmahnya Saja!
Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani bersama ulama Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha. Foto:/Istimewa

JAKARTA, iNews.id – Di tengah sorotan publik terkait tuduhan ijazah palsu, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani memilih langkah yang tidak biasa: tetap tenang, tidak mencari siapa pun yang dianggap memantik isu tersebut, dan tetap menjalani hari-harinya seperti biasa.

Usai membeberkan bukti ijazah doktoralnya, Arsul menegaskan bahwa kehidupannya tidak mengalami perubahan berarti. Ia tetap bersosialisasi, bekerja seperti biasa, dan tidak menutup diri dari lingkungan manapun.

“Saya tidak ada yang berubah dalam sehari-hari. Juga tidak menutup lingkungan sosial ataupun di MK,” ujar Arsul, Selasa (2/12/2025).

Bagi mantan politisi yang dibesarkan dalam tradisi Nahdliyyin itu, polemik ijazah bukan sesuatu yang perlu dibawa dengan amarah. Ia memilih merespons dengan hati lapang, tanpa dorongan membalas atau mencari dalang di balik isu tersebut.

“Saya ingin tetap menjaga prasangka baik kepada semuanya, dan tidak ingin menyusahkan diri dengan mencari-cari pihak yang mau menjatuhkan, apalagi membalasnya,” tegasnya.

Arsul mengaku justru mendapat banyak energi positif dari para ulama dan kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang memberikan dukungan moral, doa, serta wirid khusus agar hatinya tetap kuat menghadapi cobaan.

“Di lingkungan NU memang biasa, ketika seseorang sedang diuji atau punya hajat, lalu diijazahi wirid dan doa tertentu. Saya bersyukur ada para kiai yang menguatkan dan membesarkan hati saya,” ungkapnya.

Di balik dukungan itu, ada sosok yang paling besar perannya menjaga keteguhan hati Arsul—ibunya. Sang ibu terus berpesan agar setiap ujian diterima dengan kelapangan dan diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

“Beliau yang paling utama menguatkan saya. Berpesan agar semuanya diserahkan kepada Allah SWT,” tutup Arsul.

Editor: Abdullah M Surjaya

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut