get app
inews
Aa Text
Read Next : Resmi Dibuka! Begini Cara Cek Kuota Sekolah SNBP 2026 SMA/SMK se-Bekasi

Mobilitas Tinggi Bekasi–Jakarta, Dinkes Siaga Penyebaran Super Flu

Senin, 05 Januari 2026 | 10:47 WIB
header img
Super Flu Subclade K sudah menyebar di 8 provinsi. Foto: Ilustrasi AI

BEKASI, iNewsBekasi.id- Kota Bekasi ikut bersiaga menyusul merebaknya influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, seiring laporan penyebaran virus yang terus dipantau secara nasional.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus super flu yang tersebar di delapan provinsi. Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Vevie Herawati menegaskan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan penularan.

“Jika mengalami gejala flu seperti demam, batuk, atau pilek lebih dari tiga hari dan tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat,” kata Vevie, Senin (5/1/2026).

Vevie menjelaskan, influenza A (H3N2) subclade K merupakan mutasi dari virus flu musiman dengan tingkat penularan yang lebih cepat. Virus ini dapat menyebar melalui droplet saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi.

Meski demikian, ia menuturkan, tingkat keganasan virus tersebut masih berada pada kategori rendah hingga sedang. “Tidak seganas COVID-19 varian Delta. Namun musim hujan dengan kelembapan tinggi, virus bisa bertahan lebih lama di udara, sehingga risiko penularan di ruang tertutup seperti kantor dan ruang kelas meningkat,” ujarnya.

Hingga saat ini, Dinkes Kota Bekasi menyatakan belum menemukan kasus super flu di wilayahnya. Meski begitu, pemantauan terus dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), terutama terhadap tren Influenza-Like Illness (ILI).

“Belum ada lonjakan ekstrem yang mengarah pada wabah besar. Meski begitu, kewaspadaan ditingkatkan karena mobilitas warga Bekasi–Jakarta masih cukup tinggi,” ungkap Vevie.

Dinkes Kota Bekasi juga mengimbau warga yang sedang tidak fit untuk menggunakan masker saat beraktivitas, menerapkan etika batuk, serta melakukan pemantauan kesehatan mandiri, terutama bagi warga yang baru kembali dari perjalanan luar daerah maupun luar negeri.

“Deteksi dini dan disiplin perilaku sehat menjadi kunci agar penyebaran virus bisa ditekan,” pungkasnya.
 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut