Pelarian Berakhir di Lebak, Ini Sosok Terduga Pembunuh Terapis Spa Bekasi
BEKASI, iNewsBekasi.id– Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota berhasil menangkap seorang pria bernama Ahmad Riansa (AR) yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terapis spa berinisial SM (23). Terduga pelaku ditangkap di Kabupaten Lebak, Banten, jauh dari lokasi korban ditemukan tewas di kamar kos wilayah Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Penangkapan Ahmad Riansa menjadi titik terang dalam kasus kematian SM yang sebelumnya menggegerkan warga Bekasi. Meski demikian, kepolisian belum mengungkap secara terbuka motif pembunuhan dan masih menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Informasi penangkapan tersebut disampaikan oleh Kepala Subdirektorat 3 Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa F. Marasabessy.
“Dilakukan penangkapan terhadap Ahmad Riansa,” ujar Ressa dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).
Meski terduga pelaku telah diamankan, polisi belum membeberkan kronologi penangkapan secara rinci. Penyidik masih mendalami hubungan Ahmad Riansa dengan korban serta peran yang bersangkutan dalam peristiwa kematian SM.
Kasus ini mencuat setelah SM ditemukan meninggal dunia di kamar indekos Al-Ash, yang beralamat di Jalan Letnan Arsyad Raya Nomor 3, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 20.26 WIB.
Penemuan jenazah bermula ketika seorang pria berinisial AS, yang mengaku sebagai keluarga korban, mendatangi lokasi kos atas permintaan ibu kandung SM. Korban diketahui tidak dapat dihubungi sejak siang hari.
Setelah pintu kamar diketuk berulang kali tanpa respons, AS bersama pengelola kos berinisial DRH membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Saat pintu terbuka, SM ditemukan sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di lokasi kejadian, petugas menemukan botol cairan pembersih toilet serta cairan menyerupai muntahan di sekitar tubuh korban. Hingga kini, kepolisian belum memastikan apakah cairan tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian atau merupakan upaya pelaku untuk menyamarkan kejadian.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengungkapkan bahwa identitas pria berbaju hitam yang sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan menjadi perhatian publik telah diketahui penyidik.
Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati untuk memastikan penyebab pasti kematian SM. Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 11 orang saksi, termasuk keluarga korban, pengelola kos, serta pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengan SM sebelum ditemukan meninggal dunia. Braiel menambahkan, belum ada temuan baru dari hasil olah TKP lanjutan.
Editor : Wahab Firmansyah