Ummu Hani, Sepupu Nabi Muhammad SAW dan Saksi Langsung Peristiwa Isra Mikraj
BEKASI, iNewsBekasi.id – Ummu Hani dikenal sebagai salah satu muslimah mulia dalam sejarah Islam. Nama lengkapnya adalah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim, sepupu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Meski namanya tidak setenar para shahabiyah lainnya, Ummu Hani memiliki keistimewaan besar karena menjadi saksi langsung peristiwa Isra Mikraj yang dialami Rasulullah SAW.
Sosok Ummu Hani dapat ditemukan dalam berbagai kitab hadis seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Riyadhush Shalihin. Dalam literatur tersebut, namanya beberapa kali disebut sebagai periwayat hadis Nabi SAW.
Ummu Hani adalah sepupu Rasulullah sekaligus kakak perempuan dari Ali bin Abi Thalib dan Ja’far bin Abi Thalib. Ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdu Manaf. Sebagian riwayat menyebutkan nama aslinya Hindun, namun yang paling masyhur adalah Fakhitah.
Rasulullah SAW sangat mencintai sepupu-sepupunya, anak-anak pamannya Abu Thalib, yang telah merawat beliau dengan penuh kasih sayang setelah wafatnya orang tua dan kakek Nabi. Kasih sayang itu kemudian dibalas Rasulullah dengan perhatian dan cinta kepada keluarga pamannya.
Diriwayatkan, sebelum masa kerasulan, Rasulullah SAW pernah melamar Fakhitah. Namun Abu Thalib menolak lamaran tersebut dan menerima pinangan Hubayra bin Abi Wahb dari Bani Makhzum, demi menjaga hubungan antarkabilah yang kala itu sangat dijunjung tinggi dalam tradisi Arab. Akhirnya Fakhitah menikah dengan Hubayra dan dikaruniai empat orang anak, dengan anak sulung bernama Hani’, sehingga ia dikenal sebagai Ummu Hani’.
Sayangnya, sang suami tidak memeluk Islam. Saat peristiwa Fathu Makkah, Hubayra memilih melarikan diri dari Makkah karena enggan masuk Islam.
Ummu Hani pernah menemui Rasulullah SAW pada hari penaklukan Kota Makkah. Ia meriwayatkan:
“Aku pergi menemui Rasulullah pada tahun penaklukkan Kota Mekah. Saat itu beliau sedang mandi. Dan putrinya Fatimah menutupinya (dengan tabir). Kuucapkan salam. Beliau (di balik tabir) bertanya, ‘Siapa itu?’ ‘Aku, Ummu Hani’ binti Abi Thalib’, jawabku.
‘Marhaban Ummu Hani’, sambut beliau. Usai mandi beliau menunaikan shalat 8 rakaat dengan berbalut satu pakaian. Setelah shalat, aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, saudaraku –Ali bin Abi Thalib– ingin membunuh seseorang yang aku lindungi, Fulan bin Hubayra’. Rasulullah bersabda, ‘Sungguh kami melindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani’’. ‘Jika demikian jelas masalahnya’, jawab Ummu Hani’.”
(HR. al-Bukhari juz: 5, hal: 2280)
Setelah wafatnya Ummul Mukminin Khadijah, Rasulullah SAW kerap mendapatkan penghiburan di rumah Ummu Hani. Keluarganya menjadi tempat berteduh dan penenang bagi Nabi di masa duka.
Editor : Wahab Firmansyah