Ummu Hani, Sepupu Nabi Muhammad SAW dan Saksi Langsung Peristiwa Isra Mikraj
Rumah Ummu Hani memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Dari kediamannya itulah peristiwa Isra Mi’raj bermula. Nabi Muhammad SAW datang ke rumah Ummu Hani, melaksanakan shalat malam, lalu beristirahat. Pada malam itu, Malaikat Jibril ‘alaihissalam menjemput Rasulullah SAW untuk melakukan perjalanan agung Isra Mikraj menuju Baitul Maqdis dan Sidratul Muntaha.
Saat fajar tiba, Nabi kembali ke rumah Ummu Hani dan mengabarkan peristiwa luar biasa tersebut. Ummu Hani pun mengimani sepenuhnya apa yang disampaikan Rasulullah SAW.
Dalam riwayat lain, dari Abdurrahmaan bin Abi Laila disebutkan:
“Tidak ada seorang pun yang menceritakan kepadaku bahwa ia melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melakukan shalat Dhuha kecuali Ummu Hani’. Sungguh ia pernah mengatakan, ‘Sesungguhnya Nabi SAW pernah masuk ke rumahnya pada hari Fathu Makkah, lalu beliau mandi dan melakukan shalat delapan rakaat. Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan daripada itu, namun beliau tetap menyempurnakan rukuk dan sujudnya’.”
(HR. al-Bukhari no. 1176)
Ummu Hani juga meriwayatkan pesan Rasulullah SAW:
عَنْ أُمِّ هَانِئٍ قَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخِذِي غَنَمًا يَا أُمَّ هَانِئٍ فَإِنَّهَا تَرُوحُ بِخَيْرٍ وَتَغْدُو بِخَيْرٍ
“Peliharalah kambing wahai Ummu Hani’, karena ia pergi dengan kebaikan dan kembali dengan kebaikan.”
(HR. Ahmad No. 25667)
Masih banyak hadis lain yang diriwayatkan oleh Ummu Hani. Terkait wafatnya, tidak ada sumber pasti yang menyebutkan waktunya. Namun para ulama sepakat bahwa Ummu Hani hidup hingga lebih dari tahun 50 Hijriah.
Editor : Wahab Firmansyah