Penjualan Listrik Naik, PLN Icon Plus Dorong Digitalisasi Lewat Voltrik
JAKARTA, iNewsBekasi.id– Tren penjualan dan jumlah pelanggan tenaga listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Data penjualan listrik nasional mencatat peningkatan dari 270,82 terawatt hour (TWh) pada 2022 menjadi 285,23 TWh pada 2023.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, terjadi kenaikan penjualan listrik sebesar 14,41 TWh atau 5,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan layanan berbasis digital.
Menjawab kebutuhan tersebut, PLN Icon Plus menghadirkan Voltrik, inovasi berupa voucher listrik digital yang dapat digunakan untuk pengisian daya listrik melalui aplikasi PLN Mobile.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana mengatakan, kehadiran Voltrik merupakan bagian dari adaptasi perusahaan terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan.
“Ini merupakan inovasi berupa voucher listrik digital yang dapat digunakan untuk melakukan pengisian daya listrik melalui aplikasi PLN Mobile,” kata Chipta dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Chipta menjelaskan, Voltrik dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pengguna sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan, organisasi, maupun komunitas dalam menyalurkan hadiah atau insentif secara lebih praktis dan modern.
Menurut dia, Voltrik memungkinkan pengelolaan voucher listrik tanpa proses administrasi yang rumit. Pengguna cukup memasukkan kode voucher ke dalam aplikasi PLN Mobile, sehingga pengisian token listrik dapat dilakukan secara langsung.
“Sistemnya yang fleksibel memungkinkan jumlah dan masa berlaku voucher ditentukan secara custom sesuai kebutuhan pelanggan, menjadikan Voltrik sangat relevan untuk berbagai program loyalty, hadiah event, atau stimulus pemasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, Voltrik dilengkapi dengan fitur real-time monitoring, sehingga perusahaan atau penyelenggara dapat memantau status penggunaan voucher secara langsung. Fitur ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kontrol dalam distribusi voucher listrik digital.
Selain itu, Voltrik tersedia dengan denominasi mulai dari Rp5.000, sehingga dapat digunakan untuk berbagai skala program, baik kecil maupun kampanye berskala besar.
“Kami memastikan Voltrik dapat digunakan tanpa hambatan administrasi tambahan. Tidak ada biaya lain selain fee generate, dan pembagian voucher tidak memerlukan pendaftaran IDPEL—sehingga proses distribusi dapat dilakukan lebih cepat dan fleksibel,” tuturnya.
Chipta juga mengungkapkan, layanan Voltrik didukung tingkat ketersediaan mencapai 99 persen, yang memberikan jaminan keandalan bagi mitra dan pengguna di seluruh Indonesia.
Dengan cakupan penggunaan nasional, Voltrik dinilai menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin memberikan manfaat langsung kepada pelanggan atau anggota komunitasnya. Selain sebagai solusi efisien bagi pengguna listrik, Voltrik juga berfungsi sebagai sarana promosi yang inovatif karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Keberadaan Voltrik ini menegaskan komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan yang relevan, mudah digunakan, dan mendukung percepatan transformasi digital sektor ketenagalistrikan di Indonesia,” ungkapnya.
Editor : Wahab Firmansyah