Cuaca Ekstrem Melanda, Semua Sekolah di Kabupaten Bekasi Lakukan Belajar Sistem Online
BEKASI, iNewsBekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi resmi menerapkan sistem pembelajaran daring (online) di seluruh sekolah negeri dan swasta pada Jumat (23/1/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda wilayah Bekasi dalam beberapa hari terakhir.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, yang menginstruksikan seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.
Langkah ini dilakukan guna menjamin keselamatan seluruh warga sekolah di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
“Pemkab Bekasi memperioritaskan keselamatan dan kesehatan para siswa, guru, tenaga pendidikan, dan warga sekolah,” bunyi surat edaran tersebut, dikutip iNewsBekasi.id, Jumat (23/1/2026).
Penerapan pembelajaran online ini tidak terlepas dari kondisi banjir yang meluas akibat hujan dengan intensitas tinggi. Dampak cuaca ekstrem dilaporkan menyebabkan banjir dan genangan air di 20 kecamatan di Kota dan Kabupaten Bekasi, merendam ribuan rumah serta melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, banjir merendam 31 desa di 13 kecamatan. Sementara itu, BPBD Kota Bekasi mencatat genangan air terjadi di 7 kecamatan. Secara keseluruhan, sedikitnya 21.260 warga terdampak, dengan ratusan di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pemkab Bekasi mengimbau pihak sekolah dan orang tua siswa untuk mengikuti kebijakan pembelajaran daring ini serta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan dampak lanjutan cuaca ekstrem di wilayah Bekasi.
Editor : Wahab Firmansyah