BPBD Kabupaten Bekasi: 43 Desa Terdampak, 27.838 KK Terimbas dan 3.824 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir
BEKASI, iNewsBekasi.id – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, dan angin puting beliung masih meluas di wilayah Kabupaten Bekasi. Hingga Senin (2/2/2026) sore, tercatat 27.838 kepala keluarga (KK) terdampak bencana yang tersebar di 43 desa pada delapan kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu luapan sungai serta genangan luas, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah.
“Bencana didominasi banjir dengan tinggi muka air berkisar 10 hingga 90 sentimeter, disertai longsor di sejumlah titik dan satu kejadian angin puting beliung,” kata Muchlis, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan data BPBD, terdapat sedikitnya 171 titik kejadian bencana yang tersebar di Kecamatan Babelan, Muaragembong, Tarumajaya, Tambun Utara, Sukawangi, Cabangbungin, Tambelang, dan Sukatani.
Kecamatan Babelan menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Banjir dan longsor merendam permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum, sehingga memaksa sebagian warga meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.
BPBD mencatat, sebanyak 991 KK atau 3.824 jiwa saat ini mengungsi di 11 lokasi pengungsian. Lokasi tersebut memanfaatkan masjid, sekolah, gedung serbaguna, ruko, hingga rumah warga yang berada di Kecamatan Babelan, Muaragembong, dan Tarumajaya.
Tak hanya permukiman, sektor pertanian juga terdampak cukup serius. Sekitar 6.487 hektare lahan pertanian dilaporkan terendam banjir, kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga serta ketahanan pangan daerah.
Muchlis menambahkan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur gabungan telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat.
“BPBD bersama unsur terkait telah melakukan pendataan, evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, serta penyaluran bantuan logistik. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas dan instansi teknis untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat risiko banjir susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta segera mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Editor : Wahab Firmansyah