Marak! Pencurian Kabel PJU di Kalimalang, Dishub: Baru Diperbaiki, Mati Lagi
CIKAWANG, iNewsBekasi.id - Gangguan penerangan jalan umum (PJU) kembali terjadi di sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi di Kabupaten Bekasi. Jalan Kalimalang menjadi salah satu lokasi yang paling terdampak akibat maraknya pencurian kabel dan komponen PJU sehingga lampu jalan kerap padam, meski baru selesai diperbaiki.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi mencatat, pencurian tersebut menyebabkan kerusakan PJU terus berulang. Hasil penertiban dan pendataan di lapangan menunjukkan, komponen yang paling sering hilang adalah suku cadang serta panel PJU yang menjadi bagian vital sistem penerangan jalan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bekasi, Deni Hendra, menyebut sebagian besar kasus kehilangan terjadi di ruas jalan nasional. Namun, meskipun status jalan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, aset PJU yang terpasang merupakan milik pemerintah daerah.
“Dari penertiban dan pendataan yang kami lakukan, paling banyak yang hilang itu suku cadang dan komponen panel. Kejadiannya memang banyak di ruas jalan nasional, tetapi aset PJU tersebut merupakan milik pemerintah daerah,” kata Deni Hendra, dikutip dari bekasikab.go.id.
“Dari penertiban dan pendataan yang kami lakukan, paling banyak yang hilang itu suku cadang dan komponen panel. Kejadiannya memang banyak di ruas jalan nasional, tetapi aset PJU tersebut merupakan milik pemerintah daerah,” kata Deni Hendra, dikutip dari bekasikab.go.id.
Deni menjelaskan, meskipun titik-titik PJU berada di ruas jalan nasional, Dishub Kabupaten Bekasi tidak memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan jalan karena status ruas berada di bawah pemerintah pusat. Namun, demi menjaga keselamatan pengguna jalan, pihaknya tetap melakukan perbaikan.
“Karena kesiapan dan kebutuhan di lapangan, kami tetap melakukan perbaikan menggunakan aset yang kami miliki,” tutur dia.
Ia menuturkan, kabel PJU dengan ukuran kecil menjadi sasaran utama pencurian karena mudah dibongkar dan diambil. Kehilangan kabel bahkan terjadi secara masif di sepanjang Jalan Kalimalang.
“Dari wilayah KPU sampai perbatasan Karawang, banyak kabel PJU yang hilang,” ungkapnya.
Tak hanya di kawasan Kalimalang, pencurian kabel dan komponen PJU juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bekasi, mulai dari Taman Kalimalang hingga sekitar Stasiun Lemahabang.
Kondisi tersebut membuat lampu PJU kerap kembali padam hanya beberapa hari setelah diperbaiki.
“Sudah kita perbaiki, tapi beberapa hari kemudian mati lagi karena dicuri. Ini yang menjadi tantangan kami di lapangan,” katanya.
Deni mengungkapkan, sebagian besar kabel yang dicuri merupakan jenis NYY yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dishub Kabupaten Bekasi saat ini tengah mengkaji penggunaan material alternatif.
“Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Kalau terus menggunakan kabel yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi,” ujarnya.
Selain melakukan kajian teknis, Dishub Kabupaten Bekasi juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengantisipasi pencurian berulang. Setiap ada laporan kehilangan, pihaknya langsung meminta bantuan patroli dari Polsek setempat.
“Seperti kemarin di wilayah Kalimalang, kami minta bantuan Polsek setempat untuk patroli bergantian. Kami juga melakukan pemeliharaan sambil sosialisasi agar fasilitas ini ikut dijaga,” jelas Deni.
Ia mengakui, dampak pencurian PJU sangat dirasakan masyarakat, terutama pada malam hari. Dishub pun menerima banyak aduan, baik melalui kanal pengaduan resmi maupun media sosial.
“Sekarang aduan sangat banyak, baik lewat laporan AA maupun media sosial seperti Instagram. Setelah kami tindak lanjuti dan diperbaiki, ternyata hilang lagi, lalu masyarakat kembali komplain,” ungkapnya.
Untuk merespons hal tersebut, Dishub Kabupaten Bekasi kini lebih aktif menyampaikan progres penanganan aduan kepada masyarakat melalui media sosial.
“Kami sampaikan di media sosial setiap ada penanganan. Kalau kemudian mati lagi, kami jelaskan bahwa penyebabnya pencurian. Kami sudah berupaya maksimal, tapi tentu tidak bisa menjaga selama 24 jam,” ujarnya.
Deni juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum, khususnya PJU yang berfungsi sebagai perlengkapan keselamatan jalan.
“PJU ini fasilitas umum dan perlengkapan jalan demi keselamatan masyarakat. Kalau lampu mati, apalagi kondisi jalan rusak akibat hujan, risiko kecelakaan menjadi tinggi,” tegasnya.
Menurut Deni, pencurian fasilitas umum pada akhirnya justru akan merugikan masyarakat sendiri karena berdampak langsung terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kami mohon masyarakat saling menjaga. Pemerintah sudah berupaya melayani, tetapi tetap perlu dukungan semua pihak agar fasilitas yang sudah dipasang tidak dirusak atau dicuri,” pungkasnya.
Sebagai informasi, masyarakat dapat menyampaikan aduan terkait PJU melalui akun resmi media sosial Dishub Kabupaten Bekasi di Instagram, TikTok, dan Facebook.
Editor : Tedy Ahmad