get app
inews
Aa Text
Read Next : Perumahan Ini Hadirkan Konsep Hunian Alam di Tengah Jakarta Barat

Sahroni Minta Kapolres Jakarta Barat Tindak Tegas Aksi Main Hakim Sendiri di Cengkareng

Senin, 09 Februari 2026 | 14:46 WIB
header img
Aksi penganiayaan yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026), menuai kecaman luas dari publik. Foto/Ilustrasi/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id– Aksi penganiayaan yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026), menuai kecaman luas dari publik. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan korban berinisial D dipiting dan ditendang ke arah wajah oleh dua terduga pelaku yang diketahui merupakan bapak dan anak.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden kekerasan ini diduga dipicu oleh teguran korban terkait suara drum yang kerap dimainkan hingga larut malam. Korban sebelumnya telah menyampaikan keberatan melalui RT setempat dan Satpol PP, namun keluhan tersebut tidak ditindaklanjuti hingga akhirnya berujung pada aksi penganiayaan.

Menanggapi kejadian itu, Anggota DPR RI nonaktif dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta III, Ahmad Sahroni, mengaku geram dengan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan para pelaku. Ia bahkan langsung menghubungi Kapolres Metro Jakarta Barat untuk meminta penanganan tegas.

“Saya mengecam keras aksi penganiayaan dalam bertetangga di Jakbar, ini jelas aksi arogan dan premanisme. Maka kemarin, saya sudah telepon Pak Kapolres Jakbar untuk segera bertindak tegas. Tangkap dan proses hukum pelaku dengan pasal penganiayaan. Aksi main hakim sendiri seperti ini tidak boleh dibiarkan tumbuh di lingkungan mana pun,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Menurut Sahroni, dari kronologi yang beredar, korban justru telah menempuh mekanisme yang benar sebagai warga negara dengan melaporkan persoalan kebisingan melalui perangkat lingkungan dan aparat terkait.

“Kalau ada persoalan dalam bertetangga, apalagi soal kebisingan, jalurnya kan sudah jelas. Lapornya ke RT/RW, atau Satpol PP. Nah dalam kasus ini, kelihatannya mekanisme itu sudah ditempuh oleh korban, tapi tidak dihormati pelaku. Ini menunjukkan pelaku sama sekali tidak menghargai kerukunan bertetangga. Arogan sekali,” kata Sahroni.

Sahroni pun menegaskan bahwa aparat kepolisian harus hadir memberikan rasa aman di tengah masyarakat serta menindak tegas segala bentuk kekerasan dan premanisme di lingkungan permukiman.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut