Pasukan Indonesia Masuk Gaza April 2026, Ditempatkan di Rafah dan Khan Younis
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Mediator Amerika Serikat (AS) untuk perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah, mengungkapkan bahwa pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) asal Indonesia akan ditempatkan di wilayah Jalur Gaza bagian selatan.
Wilayah selatan Gaza mencakup sejumlah area strategis seperti Rafah dan Khan Younis. Penempatan tersebut menjadi bagian dari gelombang awal misi internasional yang dijadwalkan mulai tiba pada April mendatang.
Menurut Bahbah, kelompok pertama ISF akan memasuki Gaza pada awal April, disusul kontingen yang lebih besar pada bulan berikutnya.
“Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama sebagai bagian dari pasukan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan berikutnya,” kata Bahbah, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa pasukan asal Indonesia akan difokuskan di Gaza bagian selatan, sementara unit dari negara lain bertanggung jawab atas wilayah berbeda di Jalur Gaza.
Diketahui, tujuh negara bersedia bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza, yakni Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa personel TNI yang bergabung dalam ISF bukan pasukan tempur dan dapat ditarik kapan pun dari Gaza.
Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu, Caka Alverdi Awal, menegaskan bahwa tugas pasukan Indonesia akan ditentukan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Mabes TNI.
"Tapi yang perlu kami sampaikan dan tegaskan sekali lagi bahwa terkait dengan mandat, telah jelas. Dari national caveat kita, saya sampaikan beberapa hal, seperti misalnya yaitu mandat non-combat dan non-demiliterisasi," ujar Caka dalam konferensi pers, Jumat (27/2/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pasukan TNI tidak akan menjalankan peran pelucutan senjata maupun demiliterisasi di Gaza, serta tidak akan menargetkan pihak mana pun.
Penugasan militer Indonesia juga terbatas hanya di wilayah Gaza.
Kota Rafah disebut akan menjadi lokasi penempatan awal misi ISF. Wilayah selatan Gaza dinilai strategis sekaligus sensitif karena berbatasan langsung dengan Mesir dan kerap menjadi titik konsentrasi pengungsi.
ISF diperkirakan terdiri atas sekitar 20.000 personel militer serta 12.000 polisi dari negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Bahbah berharap pengerahan pasukan internasional ini dapat menekan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel serta menciptakan stabilitas keamanan di Jalur Gaza.
Selain itu, kehadiran ISF dinilai penting untuk memberikan jaminan keamanan bagi Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza yang baru dibentuk, agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif di tengah situasi yang masih rapuh.
Editor : Wahab Firmansyah