58 Ribu Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi, Selly Gantina: Negara Wajib Pulangkan Mereka!
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, mendesak pemerintah memberikan perlindungan maksimal sekaligus mempercepat pemulangan puluhan ribu jamaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi akibat eskalasi konflik Iran versus Amerika Serikat dan Israel.
“Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk jamaah umrah, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam aspek keselamatan, kepastian layanan, serta kepastian kepulangan. Prinsip perlindungan negara terhadap warga negara di luar negeri merupakan mandat konstitusi yang tidak boleh dikompromikan oleh situasi apa pun,” tegas Selly dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Data sementara menunjukkan lebih dari 58 ribu jamaah umrah Indonesia belum dapat kembali ke tanah air sesuai jadwal akibat gangguan penerbangan internasional yang dipicu konflik regional. Kondisi tersebut menempatkan ribuan warga negara Indonesia dalam posisi rentan, baik dari sisi keamanan, kepastian perjalanan, maupun layanan.
Selly menyampaikan, imbauan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh menegaskan pemerintah terus memantau situasi secara intensif dan mengambil langkah antisipatif guna memastikan keselamatan seluruh WNI, termasuk jamaah umrah.
Dalam imbauan itu, pemerintah menekankan sejumlah langkah penting sebagai bagian dari sistem perlindungan negara. Namun, menurut Selly, kebijakan tersebut harus diikuti dengan langkah konkret dan terukur.
“Kehadiran negara tidak boleh berhenti pada imbauan administratif. Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu. Jamaah tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian akibat dinamika global yang berada di luar kendali mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, situasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem mitigasi krisis dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Setidaknya ada tiga aspek strategis yang perlu diperkuat ke depan.
Editor : Wahab Firmansyah