Dari Perang Badar hingga Pembebasan Andalusia, Ini Peristiwa Penting yang Terjadi Saat Ramadan
BEKASI, iNewsBekasi.id– Bulan Ramadan bukan hanya momentum ibadah puasa bagi umat Islam, tetapi juga menyimpan sejumlah peristiwa bersejarah yang mengubah peradaban dunia. Dari turunnya Al-Qur’an hingga kemenangan besar umat Islam, berikut sembilan peristiwa penting di bulan suci Ramadan yang patut diketahui.
Dirangkum dari berbagai sumber, inilah 9 peristiwa penting yang terjadi di bulan suci Ramadan yang perlu diketahui umat muslim.
Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Allah Ta’ala berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS. Al Baqarah: 185)
Para ulama tafsir dan hadis juga mencatat bahwa kitab-kitab samawi lain seperti Taurat, Zabur, dan Injil diturunkan pada bulan Ramadan.
Ibnu Katsir Rahmatullah dalam Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim menjelaskan:
“Allah menyanjung bulan Ramadan dibanding bulan-bulan lain dengan dipilihnya sebagai waktu diturunkannya Al-Quran Al-‘Azhim..."
Fathul Makkah terjadi pada 10 Ramadan 8 H (630 M). Nabi Muhammad SAW bersama 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah dan berhasil menguasainya tanpa pertumpahan darah besar. Berhala-berhala di sekitar Ka’bah dihancurkan dan penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam.
Rasulullah bersabda:
”Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman; barang siapa yang menutup pintu rumahnya, ia akan aman; dan barang siapa yang memasuki Masjidil Haram dia juga aman”.
Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan 2 H. Sebanyak 313 pasukan Muslim menghadapi 1.000 pasukan Quraisy. Meski dalam kondisi berpuasa dan perlengkapan terbatas, umat Islam meraih kemenangan.
Allah berfirman:
“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah...” (QS Al-Imran:123)
Pada Ramadan 9 H, Rasulullah SAW memimpin 30.000 pasukan menuju Tabuk untuk menghadapi ancaman Romawi Timur (Bizantium). Meski menghadapi cuaca panas dan ujian berat, pasukan Islam tetap taat. Ekspedisi ini berakhir dengan perjanjian damai dan penguatan posisi umat Islam.
Pada Ramadan tahun ke-10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman membawa surat dakwah. Dalam satu hari, suku Hamdan menerima Islam secara damai.
Lima hari sebelum berakhirnya Ramadan tahun ke-9 H, Nabi Muhammad SAW mengutus Khalid bin Walid untuk menghancurkan patung Al ‘Uzza di Nakhla. Peristiwa ini menandai berakhirnya praktik penyembahan berhala di wilayah tersebut.
Pada Ramadan 9 H, Kota Ta’if yang sebelumnya menolak dakwah Nabi akhirnya menyerah. Patung Al-Lata yang disembah penduduk setempat dimusnahkan sebagai simbol berakhirnya kemusyrikan.
Pada 28 Ramadan 92 H (711 M), Tariq bin Ziyad memimpin pasukan Islam menaklukkan Andalusia. Islam kemudian bertahan di wilayah tersebut selama hampir delapan abad dan memberi kontribusi besar bagi peradaban dunia.
Pada 15 Ramadan 658 H (1260 M), pasukan Islam di bawah kepemimpinan Sultan Qutuz dari Dinasti Mamluk mengalahkan pasukan Mongol di ‘Ain Jalut, Palestina. Kemenangan ini menjadi titik balik penting setelah sebelumnya Mongol menghancurkan Baghdad pada 1258 M.
Bulan Ramadan menjadi saksi bagaimana spiritualitas dan perjuangan berjalan beriringan dalam sejarah Islam. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan kemenangan dan perubahan besar bagi umat Muslim.
Editor : Wahab Firmansyah