get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah serta Buka Puasa Bekasi dan Cikarang Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026

Heboh! Damkar Bekasi Kena Prank Laporan Evakuasi Ular saat Lebaran

Senin, 23 Maret 2026 | 10:11 WIB
header img
Petugas Damkar Kota Bekasi menjadi korban laporan palsu evakuasi ular saat Lebaran 2026. Foto/iNews.id

BEKASI, iNewsBekasi.id – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menjadi korban laporan palsu saat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). Laporan tersebut membuat petugas sempat melakukan penelusuran lokasi hingga berujung sia-sia.

Peristiwa ini bermula saat petugas menerima laporan melalui sambungan telepon dari seseorang bernama Wahyu yang mengaku membutuhkan bantuan evakuasi ular di wilayah Bekasi Timur.

Anggota Disdamkarmat Kota Bekasi, Ragil Bachtawar, mengatakan tim langsung merespons laporan tersebut karena dinilai cukup meyakinkan.

"Ya kan ada laporan evakuasi ular, jam 14.26 WIB, terus dia (pelapor) ngirimin video juga, karena menurut kita laporannya kayak valid, ya kita ke lokasi, titiknya ada di (Jalan) Agus Salim tuh, kita datang," ucap Ragil, dikutip Senin (23/3/2026).

Namun, setibanya di lokasi, petugas mengalami kendala karena titik alamat yang dikirimkan melalui Google Maps tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan warga sekitar untuk mencari alamat yang dimaksud. Warga menyebutkan bahwa lokasi tersebut kerap tidak akurat saat dicari melalui aplikasi peta digital.

"Kita ngobrol dulu sama warga, karena titiknya sesuai rumah warga itu. Pas ditanya, 'oh kalau di sini mah Maps-nya suka ngaco Pak', mungkin rumahnya ada di belakang, di balik tembok nih ada perkampungan lagi," jelasnya.

Upaya pencarian terus dilakukan dengan bantuan Ketua RT setempat. Namun, warga bernama Wahyu yang ditemukan justru mengaku tidak pernah membuat laporan kepada petugas damkar.

Petugas kemudian kembali menghubungi pelapor. Dalam komunikasi tersebut, pelapor mengaku sedang berada di rumah pamannya dan sempat mengirimkan fotokopi KTP sebagai bukti identitas.

Meski begitu, setelah ditelusuri ke alamat yang tertera pada KTP, warga yang tinggal di lokasi tersebut juga membantah telah membuat laporan.

"Kita tanya 'Ibu nama suaminya Wahyu?' 'Bukan, nama suami saya mah Asan dan saya juga nggak ngelapor apa-apa Mas'. Terus akhirnya disangkutpautin lah sama Pak RT, 'Ibu punya sangkutan (utang) nggak'. Dia merasa nggak. Oh ya udah menurut kita tim, ya sudah berarti ini laporan fiktif," ungkap Ragil.

Petugas pun memastikan bahwa laporan tersebut merupakan laporan palsu. Dugaan sementara, aksi ini dilakukan untuk membuat kehebohan atau mempermalukan seseorang saat momen Lebaran.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut