get app
inews
Aa Text
Read Next : KUA Kebayoran Lama Bocorkan Rencana Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Berkas Beres

7 Keistimewaan Menikah di Bulan Syawal, Tepis Pantangan Kaum Jahiliyah

Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB
header img
Keistimewaan menikah di bulan Syawal cukup banyak. Foto: Istimewa.

BEKASI, iNewsBekasi.id - Keistimewaan menikah di bulan Syawal cukup banyak dan ini penting diketahui kaum Muslim. Hal ini juga untuk menepis pantangan kaum Jahiliyah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah menikahi salah satu istrinya, Aisyah RA di bulan Syawal. Hal ini menjadi contoh bagi umat Islam untuk mengikuti sunah beliau dan mendapatkan keutamaan serta keberkahan dalam pernikahan. 

Abu Zakariya Yahya bin Syaraf atau lebih dikenal Imam Nawawi dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Sayyidah Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami istri di bulan Syawal. 

Dijelaskan bahwa pada zaman dahulu kaum jahiliyah meyakini adanya pantangan untuk menikah di bulan Syawal. Namun, Nabi Muhammad saw menampik keyakinan tersebut, dengan menikahi Sayyidah ‘Aisyah pada bulan Syawal. 

Menikah di bulan Syawal diyakini akan membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi pasangan suami istri karena memiliki beberapa keutamaan. Salah satunya adalah, pahala amal saleh dilipatgandakan, termasuk pahala menikah. 

Keistimewaan Menikah di Bulan Syawal 

1.Mengikuti Sunah Rasulullah 

Dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan mulai mencampuriku juga di bulan Syawal, maka istri beliau manakah yang kiranya lebih mendapat perhatian besar disisinya daripada aku? Salah seorang perawi berkata, Dan Aisyah merasa senang jika para wanita menikah di bulan Syawal.(HR Muslim dan at-Tirmidzi). 

2. Sesuai Anjuran dalam Hadis 

Imam An-Nawawi menerangkan: “Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal. Para ulama kami (ulama syafi’iyyah) telah menegaskan anjuran tersebut dan berdalil dengan hadits ini. Dan Aisyah Radiyallahu ‘anhaa ketika menceritakan hal ini bermaksud membantah apa yang diyakini masyarakat jahiliyah dahulu dan anggapan takhayul sebagian orang awam pada masa kini yang menyatakan kemakruhan menikah, menikahkan, dan membangun rumah tangga di bulan Syawal. Dan ini adalah batil, tidak ada dasarnya. Ini termasuk peninggalan jahiliyah yang ber-tathayyur (menganggap sial) hal itu, dikarenakan penamaan syawal dari kata al-isyalah dan ar-raf’u (menghilangkan/mengangkat).” 

3.Menghilangkan Kesyirikan 

Sebagaimana keterangan di atas bahwa masyarakat jahiliyah menganggap bulan Syawal sebagai bulan sial dan Rasulullah saw. membantah anggapan tersebut, maka menikah di bulan Syawal bisa menghilangkan kesyirikan.

“Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakal.”(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 429). 

4. Dilipatgandakan Pahala

Menikah di bulan Syawal diyakini akan membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi pasangan suami istri karena memiliki beberapa keutamaan. Salah satunya adalah, pahala amal saleh dilipatgandakan, termasuk pahala menikah. 

5. Bulan Silaturahmi 

Momen Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal biasanya digunakan untuk saling mengunjungi kerabat, teman, dan orang-orang di sekitar. Bahkan, umat muslim terkadang saling berjumpa dengan kerabat yang sudah lama tidak ditemuinya. 

Hal tersebut membuat bulan Syawal memiliki keistimewaan tersendiri untuk saling bersilaturahmi. Jadi, tidak perlu heran bila bulan Syawal begitu istimewa dengan menjadi salah satu bulan dimana kebanyakan umat muslim bersilaturahmi. Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT dengan silaturahmi dan bermaaf – maafan yang dilaksanakan oleh seluruh umat islam Selian keistimewaan itu, ada juga keuntungan menikah di bulan Syawal ini, antara lain: 

6. Waktu Penuh Berkah 

Bulan Syawal merupakan bulan yang dianggap penuh keberkahan di dalam agama Islam. Menikah di bulan ini memberikan kesempatan bagi pasangan untuk memulai kehidupan bersama dengan keberkahan dan bimbingan-Nya. Pasangan dapat merayakan rasa syukur atas pernikahan mereka dan berdoa agar hubungan mereka diberkahi dan langgeng. 

7. Bentuk Penghormatan Syawal 

Menikah di bulan Syawal juga dapat dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan yang dianggap suci ini. Pasangan menunjukkan rasa hormat dan keseriusan dalam memilih bulan yang dianggap suci sebagai momen untuk melangsungkan pernikahan mereka. 

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut