get app
inews
Aa Text
Read Next : Cristiano Ronaldo Semakin Penasaran pada Islam, Rekan Setim: Dia Telah Bersujud di Lapangan

Kisah Khalid bin Walid: Panglima Tak Pernah Kalah dan Kebal Racun

Jum'at, 03 April 2026 | 14:47 WIB
header img
Ilustrasi, Kisah Khalid bin Walid, panglima perang Islam tak terkalahkan, lengkap dengan karomah luar biasa. (Foto: Istimewa).

BEKASI, iNewsBekasi.id – Sosok Khalid bin Walid menjadi salah satu panglima perang paling legendaris dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijuluki Saifullah Almaslul atau “Pedang Allah yang Terhunus”.

Lahir sekitar tahun 585 M, Khalid bin Walid dikenal sebagai ahli strategi militer yang brilian. Di bawah kepemimpinannya, jazirah Arab berhasil dipersatukan dalam kekhalifahan Islam.

Selama memimpin pasukan Muslim, ia tercatat mengikuti lebih dari 100 pertempuran melawan Kekaisaran Byzantium dan tidak pernah mengalami kekalahan.

Meski dikenal sebagai panglima perang yang gigih, takdir berkata lain. Khalid bin Walid wafat bukan di medan pertempuran, melainkan di atas tempat tidur karena sakit.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Ta’ala.

Kisah Karomah: Minum Racun Tak Mempan

Di balik kepiawaiannya dalam peperangan, tersimpan kisah-kisah karomah yang menakjubkan. Salah satunya ketika ia singgah di sebuah kampung dan diperingatkan untuk berhati-hati terhadap racun. Namun ia justru berkata, “Berikan racun itu kepadaku!” Kemudian ia meminum racun tersebut sambil membaca basmalah, dan tidak terjadi sesuatu pun yang membahayakannya. (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la, Al-Baihaqi, dan Abu Na’im dari Abu Safar).

Dalam riwayat lain, pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Khalid bin Walid kembali diuji dengan racun. Ia berkata kepada pembawa minuman tersebut, “Berikan minuman itu!” Lalu ia berdoa:
“Dengan menyebut nama Allah, Tuhan langit dan bumi. Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan mencelakakan hamba-Nya, karena nama-Nya mengandung obat”. Setelah itu, ia meminumnya tanpa mengalami bahaya apa pun. Hal ini membuat masyarakat setempat takjub hingga akhirnya berdamai dengan kaum Muslimin. (Dikisahkan oleh Al-Kalbi).

Karomah lain juga disebutkan dalam berbagai riwayat. Diceritakan, seorang laki-laki membawa geriba berisi arak kepada Khalid bin Walid. Ia kemudian berdoa, “Ya Allah jadikanlah arak ini madu”. Ajaibnya, arak tersebut berubah menjadi madu. Dalam versi lain, ia berdoa agar arak berubah menjadi cuka, dan seketika isi geriba berubah sebagaimana doanya. (Riwayat Ibnu Abi Dunya dari Khaitsamah).

Kisah serupa juga terjadi saat ia menginspeksi pasukan. Ketika menemukan minuman yang diduga arak, ia berdoa agar menjadi cuka. Setelah diperiksa, isi geriba benar-benar telah berubah. “Ini berkat doa Khalid,” ujar orang tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Maharib bin Datstsar).

Berbagai kisah tersebut menunjukkan karomah yang dimiliki Khalid bin Walid. Dalam Islam, karomah merupakan kemuliaan dan anugerah dari Allah Ta’ala kepada hamba yang dicintai-Nya.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut