Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 388 Siswa Sekolah Garuda Tembus Kampus Top Dunia, Ada Oxford hingga Berkeley
Advertisement . Scroll to see content

UTBK 2026 Mulai, Hari Pertama Dibayangi Kecurangan

Rabu, 22 April 2026 | 01:55 WIB
  • author Yuwantoro Winduajie
UTBK 2026 Mulai, Hari Pertama Dibayangi Kecurangan
Ilustrasi, UTBK 2026 hari pertama diwarnai temuan pelanggaran oleh panitia SNPMB. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 hari pertama pada Selasa (21/4/2026) diwarnai temuan pelanggaran oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Sejumlah laporan kecurangan muncul dari berbagai lokasi ujian di Indonesia.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok mengatakan setidaknya terdapat dua pola kecurangan yang teridentifikasi pada hari perdana pelaksanaan UTBK tahun ini.

“Bisa dikatakan sampai saat ini kecurangan yang sudah kita dapatkan ada dua, yang berusaha menggunakan alat bantu dan kemudian dengan sistem joki,” ujar Eduart saat Konferensi Pers Hari Pertama Pelaksanaan UTBK 2026, Selasa (21/4/2026).

Modus pertama adalah penggunaan alat bantu yang disembunyikan di tubuh peserta. Temuan ini antara lain terjadi di pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Diponegoro. 

“Menggunakan alat bantu, jadi alat bantu ini disisipkan di pakaian dan sebagainya, kemudian ada headset-nya,” tutur dia.

Selain itu, panitia juga menemukan praktik perjokian dengan cara bertukar identitas. Modus ini terdeteksi di sejumlah pusat UTBK di Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, hingga UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Negeri Malang. Pelaku diketahui menggunakan identitas berbeda untuk mengikuti ujian di tahun yang berbeda.

“Jadi orangnya sama, ikut ujian 2025, 2026 untuk dua nama. Di UPN Jawa Timur juga perjokian. Fotonya dimodifikasi dikit lah. Kalau tahun kemarin jilbabnya agak turun ke bawah tahun ini agak ke atas,” ungkapnya.

Ia memastikan peserta yang terbukti curang akan langsung didiskualifikasi dari proses seleksi. Panitia juga membuka kemungkinan adanya proses hukum lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Eduart mengimbau peserta untuk tidak mencoba melakukan kecurangan karena sistem pengawasan sudah semakin ketat.

“Yang pasti peserta yang berbuat curang dipastikan sudah tidak lolos. Jadi sekali lagi kami sampaikan bahwasanya jauh lebih baik bagi yang berniat curang sebaiknya dihentikan,” ucap dia.

Editor: Tedy Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut