Boni Hargens Sebut Pergantian Kapolri saat Ini Tidak Efektif: Bisa Merugikan Pimpinan Nasional
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Analis politik, hukum, dan isu intelijen Boni Hargens menilai wacana pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dalam situasi politik yang sedang panas berpotensi akan mengganggu jalannya pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Situasi saat ini ini menurut Boni cukup panas setelah polemik kasus korupsi yang melibatkan mantan petinggi kejaksaan. Jika pergantian Kapolri terjadi bisa diartikan secara keliru oleh berbagai pihak, terutama kelompok oposisi yang aktif membangun narasi alternatif di ruang publik.
Boni memperingatkan bahwa dalam lanskap politik Indonesia saat ini, setiap kebijakan eksekutif yang sensitif akan diuji bukan hanya dari sisi legalitasnya, tetapi juga dari sisi narasinya. Menurut Boni, opini yang secara objektif keliru pun bisa menjadi sangat efektif apabila didistribusikan pada momen yang tepat dan diarahkan kepada segmen masyarakat yang sudah memiliki kecurigaan terhadap pemerintah.
"Kita baru selesai dengan polemik soal kasus korupsi yang melibatkan mantan petinggi kejaksaan. Ada kelompok dalam masyarakat yang menilai itu bentuk konflik antarlembaga kepolisian dan kejaksaan meskipun penilaian itu tidak benar," ujar Boni dalam keterangan tertulis diterima pada Kamis (6/8/2026).
Editor: Vitrianda Hilba Siregar