Takut Salah Jurusan? Ini Strategi Orang Tua Hadapi Biaya Kuliah dan Karier Anak di 2026
BEKASI,iNewsBekasi.id- Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal masuk mana, tapi lebih dari itu sebuah keputusan besar yang melibatkan kecemasan massal. Fenomena yang dikenal sebagai decision anxiety kini menjadi kenyataan yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa.
Terlebih, dengan semakin banyaknya informasi dan pilihan, ditambah dengan ketidakpastian dunia kerja yang semakin dinamis, keputusan ini terasa jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya.
Kekhawatiran ini diperparah dengan data career mismatch, yang menunjukkan bahwa 36% pemuda Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan pendidikan yang dimiliki.
Angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah kenyataan yang memicu kecemasan besar, terutama bagi orang tua yang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk pendidikan anak mereka.
Rosita, salah satu orang tua mahasiswa BINUS @Bekasi mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut dimulai dari kekhawatiran yang sangat wajar.
“Di awal, jujur kami cukup khawatir. Takut salah jurusan, takut anak tidak siap menghadapi dunia kerja, dan tentu saja mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup besar. Namun setelah melihat program-program di BINUS yang langsung terhubung dengan dunia industri, saya mulai merasa bahwa ini adalah investasi yang tepat,” kata Rosita, Sabtu (25/4/2026).
Namun, semakin banyak orang tua yang kini melihat pendidikan tinggi bukan hanya sebagai biaya, tetapi sebagai investasi yang memberikan hasil nyata bahkan sebelum anak mereka lulus.
Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto menegaskan, penawar terbaik untuk decision anxiety adalah kejelasan arah. Kejelasan arah ini menjadi hal yang sangat dicari oleh orang tua, yang ingin melihat bahwa anak mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
“Orang tua saat ini tidak hanya bertanya ‘anak saya belajar apa?’, tetapi ‘anak saya jadi apa?’. Itulah sebabnya kami mengintegrasikan industri langsung ke dalam kelas kami, sebagai Business, Service & Technology Campus,” katanya.
Menurutnya, pengenalan industri sejak dini adalah "obat penenang" terbaik bagi decision anxiety yang banyak dirasakan orang tua.
Selain memberi kejelasan arah karir, BINUS @Bekasi juga berusaha meredam tekanan finansial, yang sering menjadi salah satu sumber stres terbesar orang tua. Melalui Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), BINUS memastikan bahwa pendidikan tetap dapat diakses tanpa mengurangi kualitas.
Program beasiswa ini memberikan dukungan finansial untuk mengurangi kekhawatiran orang tua mengenai biaya kuliah yang tinggi.
“Dengan adanya Beasiswa EMAS, orang tua bisa lebih fokus pada masa depan anak dan potensi mereka, tanpa merasa terbebani secara finansial. Beasiswa ini juga memberikan emas sebagai simbol investasi, mempertegas bahwa pendidikan adalah investasi yang dapat memberikan return dalam bentuk yang nyata, baik dari sisi finansial maupun karier,” ujar. Gatot.
Psikolog BINUS University, Istiani mengungkapkan, proses pengambilan keputusan pendidikan sekarang ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.
Tekanan ganda, yaitu keinginan orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi anak sementara juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial, menciptakan kecemasan yang luar biasa.
“Orang tua saat ini menghadapi tekanan ganda: ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial dan relevan dengan masa depan anak,” katanya.
Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman industri, ekosistem pembelajaran yang relevan, serta dukungan bagi orang tua, BINUS @Bekasi berupaya membantu orang tua melewati perjalanan ini dengan lebih tenang dan yakin.
Pada akhirnya, keputusan pendidikan bukan hanya tentang memilih kampus, tetapi tentang bagaimana orang tua dan anak bisa melangkah dengan lebih yakin tanpa rasa takut yang berlebihan, dan dengan keyakinan bahwa mereka sedang berada di jalur yang tepat.
“Rasa yakin dalam memilih pendidikan sangat dipengaruhi oleh seberapa jelas orang tua melihat arah masa depan anak mereka,” pungkasnya.
Editor : Wahab Firmansyah