Pemkab Bekasi Usulkan Flyover Telaga Asih dan Underpass Lemahabang, Anggaran Capai Rp184 Miliar
Pelintasan Lemahabang menjadi salah satu titik paling padat di Kabupaten Bekasi karena berada di dekat Stasiun Lemahabang serta menghubungkan jalur provinsi dan jalan nasional. Kemacetan sering terjadi saat palang pintu kereta tertutup, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Agus menyebut proyek Underpass Lemahabang menjadi yang paling siap direalisasikan karena lahan di sekitar lokasi telah dibebaskan sejak beberapa tahun lalu.
“DED sudah ada, lahannya juga sudah siap. Jadi kalau disetujui, secara teknis sebenarnya bisa langsung dikerjakan,” katanya.
Sementara itu, pelintasan Telaga Asih di wilayah perbatasan Cikarang Barat dan Cibitung juga dikenal sebagai titik kemacetan kronis. Antrean kendaraan di kawasan tersebut terjadi hampir setiap hari akibat tingginya volume lalu lintas dan frekuensi perjalanan kereta api.
Pemkab Bekasi sebelumnya juga pernah mengusulkan pembangunan flyover di lokasi tersebut. Namun, proyek belum dapat direalisasikan karena terkendala proses pembebasan lahan.
“Kalau Telaga Asih, DED sudah ada tetapi lahannya memang belum seluruhnya bebas. Kami sudah sampaikan ke Bappenas bahwa Bekasi siap mendukung proses pembebasan lahannya,” ungkap Agus.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap pembangunan flyover Telaga Asih dan underpass Lemahabang dapat mengurangi kemacetan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang.
Selain dua proyek tersebut, Pemkab Bekasi juga mengajukan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan pintu pelintasan kereta api di sejumlah titik lain dengan nilai usulan mencapai Rp15 miliar melalui musrenbang provinsi.
Editor : Wahab Firmansyah