get app
inews
Aa Text
Read Next : Innovate for Impact Day Jakarta 2026: Perkuat konektivitas Startup Kawasan ASEAN

Evolusi Domino: Dari Tradisi Warung Kopi Menuju Arena Sport Digital

Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:31 WIB
header img
Dengan lebih dari 150 juta pemain gim di Indonesia dan dominasi perangkat seluler yang mencapai lebih dari 90%, domino telah berevolusi menjadi lebih praktis melalui platform. Foto: ist

JAKARTA. iNewsBekasi.id - Di Indonesia, tidak semua olahraga lahir di atas rumput lapangan atau lintasan lari. Sebagian justru tumbuh subur di ruang-ruang sosial yang hangat, mulai dari meja warung kopi hingga teras rumah, mengalir melalui warisan lintas generasi. 

Domino adalah bukti nyatanya. Meski sering dipandang sebelah mata sebagai sekadar pengisi waktu luang, permainan ini sebenarnya memiliki ruh sebagai "olahraga rakyat" berkat sifatnya yang kompetitif, sarat strategi, dan menjadi perekat interaksi sosial yang kuat.

Berbeda dengan olahraga fisik yang mengandalkan otot, domino adalah panggung bagi ketajaman berpikir. Di balik setiap keping yang dijatuhkan, ada kemampuan membaca situasi dan pengambilan keputusan kilat yang sedang diuji. 

Tak heran jika di berbagai komunitas, domino kerap dimainkan dengan tensi serius dalam format turnamen lokal, menjadikannya layak masuk dalam kategori *mind sport* atau olahraga berbasis kemampuan kognitif.

Kini, di tengah derasnya arus digitalisasi, domino sama sekali tidak kehilangan relevansinya. Sebaliknya, jangkauannya justru semakin menggila. 

Dengan lebih dari 150 juta pemain gim di Indonesia dan dominasi perangkat seluler yang mencapai lebih dari 90%, domino telah berevolusi menjadi lebih praktis melalui platform seperti Higgs Games Island. Di sana,

Domino Higgs menjadi salah satu primadona yang memungkinkan tradisi ini menembus sekat geografis, mempertemukan pemain dari berbagai pelosok daerah dalam tingkat kompetisi yang jauh lebih luas.

Ray, perwakilan dari Higgs Games Island, melihat fenomena ini sebagai keseimbangan sempurna antara budaya dan kompetisi. Ia menilai bahwa keunikan domino di Indonesia terletak pada perannya yang tidak lagi sekadar permainan, melainkan sudah menyatu dengan interaksi sosial.

Menurutnya, ketika domino hijrah ke ruang digital, potensi kompetitifnya justru semakin tajam. Pemain kini bisa mengasah strategi dan bertemu lawan baru dengan cara yang lebih menantang.

Dalam konteks tertentu, aktivitas ini sudah sangat mendekati konsep olahraga, meski medianya saja yang berubah.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa batas antara hiburan dan olahraga kini semakin cair. Domino yang berakar kuat dari tradisi lokal telah sukses bertransformasi menjadi aktivitas kompetitif berbasis digital yang inklusif dan mudah diakses siapa saja. Sebagai "olahraga rakyat", domino tidak sekadar bertahan hidup; ia terus berkembang mengikuti zaman, berpindah dari ruang sosial fisik ke ruang digital tanpa sedikit pun menanggalkan identitas aslinya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut