Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Forum Multi Stakeholder 2026: PLN Dorong Transformasi Digital dan Energi Bersih di Jakarta Timur
Advertisement . Scroll to see content

Ditjen Bina Adwil Matangkan Smart City Indonesia Sesuai Karakter Daerah Jelang ASCN 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 10:42 WIB
  • author Wahab Firmansyah
Ditjen Bina Adwil Matangkan Smart City Indonesia Sesuai Karakter Daerah Jelang ASCN 2026
Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Amran. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri terus mematangkan persiapan Indonesia menjelang pelaksanaan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting yang akan berlangsung di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.

Penguatan koordinasi nasional dilakukan melalui rapat koordinasi persiapan keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional tersebut. Dalam kesempatan itu, Ditjen Bina Adwil menegaskan bahwa pengembangan smart city di Indonesia harus disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi masing-masing daerah.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, yang diwakili Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Amran, menyampaikan hal tersebut saat membacakan keynote speech dalam rapat koordinasi persiapan menghadiri The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026.

Menurut Amran, konsep kota cerdas tidak bisa disamakan antarwilayah karena setiap daerah memiliki tantangan, kondisi sosial, hingga karakteristik yang berbeda.

“Smart city bukan soal menyeragamkan teknologi, tetapi bagaimana inovasi yang dibangun mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai konteks daerah masing-masing,” ujar Amran dalam keterangannya pada Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, pendekatan pengembangan smart city berbasis kebutuhan lokal menjadi kunci agar inovasi digital benar-benar berdampak terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Ditjen Bina Adwil juga mencatat sejumlah kota anggota ASCN Indonesia telah menghadirkan berbagai inovasi layanan publik digital yang inklusif dan adaptif.

Jakarta, misalnya, mengembangkan layanan publik digital yang terintegrasi. Sementara Banyuwangi dikenal lewat program Smart Kampung yang memperkuat pelayanan berbasis desa.

Di sisi lain, Makassar terus memperluas layanan publik berbasis teknologi, sedangkan Sumedang fokus pada penguatan digitalisasi desa untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Tak hanya itu, Semarang berhasil membangun strategi kota tangguh berbasis mitigasi risiko. Adapun Denpasar memperkuat sektor pariwisata digital dan ekonomi kreatif dengan dukungan konsep green mobility serta pelestarian budaya lokal.

Ditjen Bina Adwil menegaskan, keberhasilan smart city tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan. Lebih dari itu, inovasi harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses layanan publik, serta menciptakan tata kelola perkotaan yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam forum ASCN 2026, Indonesia optimistis mampu menghadirkan model pengembangan kota cerdas yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Model tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di kawasan ASEAN.
 

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut