Hanung Bramantyo Usung Gaya Realisme di Film Children of Heaven, Bikin Cerita Lebih Bernyawa
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Sutradara Hanung Bramantyo mengaku film Children of Heaven versi Indonesia menjadi salah satu proyek yang paling dekat dengan karakter penyutradaraan dirinya. Film drama keluarga ini disebut merepresentasikan gaya bercerita yang selama ini disukainya, yakni realistis, tenang dan emosional.
Hanung mengaku sejak awal dirinya memang menyukai pendekatan drama realistis. Namun, dalam proses produksi, dia sempat mendapat dorongan dari produser Manoj Punjabi untuk membuat film terasa lebih besar dan dramatis.
"Saya memang menyukai realisme, drama saya memang saya suka. Tapi kemudian dipaksa sama pak Manoj untuk menjadi larger. Harus lebih heboh lagi," kata Hanung.
Meski begitu, sutradara berusia 50 tahun itu tetap mempertahankan ciri khas penyutradaraannya yang pelan dan mengalir. Ia bahkan mengaku sangat ketat mengawasi proses editing agar ritme film tidak kehilangan emosi naturalnya.
Menurut Hanung, film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026 ini menjelaskan jika banyak potongan gambar cepat bisa menghilangkan kedalaman rasa yang ingin dibangun dalam cerita.
"Pada saat bikin film ini saat editing, editingnya saya jagain betul karena saya tidak mau banyak cut, saya nggak mau. Karena film ini pelan, berusaha untuk pelan," tuturnya.
Bagi Hanung, kekuatan utama Children of Heaven justru terletak pada kesederhanaan cerita. Karena itu, dia memilih mempertahankan alur yang tenang agar penonton dapat menikmati emosi setiap adegan secara utuh.
Selain visual dan cerita, Hanung juga memberi perhatian besar pada musik film. Ia menilai original soundtrack memiliki peran penting untuk membangun suasana sekaligus mendekatkan film kepada penonton.
"Pentingnya original soundtrack dalam sebuah film. Saya merasa bahwa itu penting buat marketing. Dari situ kita ketrigger untuk membuat original soundtrack. Buat saya lagunya bagus banget," ujarnya.
Hanung secara terbuka menyebut film tersebut sangat merepresentasikan dirinya sebagai seorang sutradara.
"Jadi film ini memang saya banget. Film saya seperti ini," ucap dia.
Sementara, Manoj Punjabi mengaku puas dengan hasil akhir film produksi MD Entertainment tersebut. Bahkan, dia menyebut Children of Heaven sebagai salah satu karya terbaik yang pernah diproduksi.
"Bagi saya ini salah satu film terbaik dari MD, dari saya atau yang pernah saya buat. Saya puas sekali. Saya beruntung ini cerita bisa jatuh ke tangan MD Entertainment," ujar Manoj Punjabi.
Manoj menilai keberhasilan film itu juga didukung pemilihan pemain yang tepat. Film ini memperkenalkan dua aktor cilik baru, yakni Jared Ali sebagai Ali dan Humaira Jahra sebagai Zahra.
Chemistry keduanya disebut menjadi salah satu kekuatan utama film dalam menghadirkan drama keluarga yang hangat dan emosional.
Film Children of Heaven sendiri mengangkat kisah sederhana tentang kakak beradik yang harus berbagi sepatu di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Namun dari cerita kecil itu, film ini menghadirkan drama keluarga yang hangat, emosional, dan dekat dengan kehidupan banyak orang.
Editor: Tedy Ahmad