Eks Penasihat Spiritual Jokowi: Dalang Isu Ijazah Palsu adalah Beliau Sendiri
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Mantan penasihat spiritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Sri Eko Sriyanto Galgendu, melontarkan pernyataan kontroversial terkait polemik isu ijazah palsu yang menyeret nama Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Sri Eko dalam diskusi bertajuk JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029 yang digelar Obor Rakyat Reborn di Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026).
“Kalau kemudian kita bicara masalah ijazah palsu Pak Jokowi, maka saya selalu memberikan suatu pemahaman siapa yang sebenarnya menjadi dalang suatu permasalahan,” ujar Sri Eko.
Dalam paparannya, Sri Eko mengaitkan polemik tersebut dengan legenda Joko Tingkir. Dia menceritakan tentang kisah banteng yang dibuat mengamuk dengan memasukkan binatang orong-orong ke telinganya sebelum dibawa ke alun-alun dekat kerajaan.
“Kemudian banteng tersebut diberi binatang yang namanya orong-orong. Binatang ini dimasukkan ke telinganya. Banteng tersebut kemudian dibawa ke alun-alun. Alun-alun adalah tempat yang dekat dengan tempat raja. Sehingga kemudian banteng ini mengamuk,” tutur Sri Eko.
Dia menjelaskan, dalam cerita tersebut sang raja mengadakan sayembara bagi siapa saja yang mampu menaklukkan banteng untuk dijadikan menantu kerajaan. Menurut Sri Eko, Joko Tingkir kemudian tampil sebagai sosok pahlawan.
Sri Eko pun menegaskan pandangannya terkait polemik ijazah palsu Jokowi. Bahkan, dia meminta kalimat tersebut terus disampaikan setiap kali isu itu dibahas.
“Jadi, untuk teman-teman semuanya, ada satu kalimat yang kalau ini kemudian terus diutarakan, di setiap membicarakan permasalahan ijazah palsu, walaupun hanya 5 menit, walaupun 10 menit, walaupun 30 menit atau 1 jam, saya titip satu kalimat, yaitu, dalang dari permasalahan ijazah palsu adalah Jokowi sendiri,” ujar Sri Eko.
"Jadi saya ulangi, dalang dari permasalahan ijazah palsu adalah Jokowi sendiri,” imbuhnya.
Sementara itu, Jokowi sebelumnya membuka peluang untuk memaafkan pakar telematika Roy Suryo dan pihak lain terkait tudingan ijazah palsu terhadap dirinya. Namun, dia memastikan proses hukum tetap berjalan.
“Pintu maaf selalu terbuka. Tapi sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi ke pribadi,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (30/1/2026).
Meski demikian, Jokowi menegaskan laporan yang telah diajukan ke Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu merupakan ranah hukum yang tidak dapat dicampuradukkan dengan persoalan pribadi.
“Artinya urusan pribadi ya urusan pribadi, maaf-memaafkan. Tetapi urusan hukum ya urusan hukum,”
Editor: Wahab Firmansyah