Ahmad Bahar Berdamai dengan Hercules untuk Video AI: Urusan Anak Dibawa Saya Enggak Terima!
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Polemik hukum terkait peredaran video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyudutkan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules, resmi berakhir. Penulis buku Ahmad Bahar mengakui bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan damai dengan pihak Hercules.
Menurut Ahmad Bahar, langkah damai tersebut diambil sebagai bentuk penyelesaian kliring atas video AI yang memuat narasi sepihak dan merugikan nama baik pimpinan ormas GRIB Jaya tersebut.
"Kemarin memang antara saya dengan tim hukum Hercules sudah membuat pernyataan menganggap selesai. Tapi itu untuk urusan video, untuk urusan video AI dan lain-lain tadi," kata Ahmad Bahar saat konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (19/5/2026).
Bahar menyatakan dia masih keberatan atas tindakan GRIB Jaya yang membawa putrinya, Ilma S. ke kantor ormas tersebut di bilangan Kedoya, Jakarta Barat.
Putrinya dibawa lantaran Satgas GRIB Jaya tidak menemukan Ahmad Bahar saat mendatangi rumahnya. Sang putri yang sedang berada di rumah kata Bahar, dipaksa ikut untuk bertemu dengan Hercules dan diduga mendapat kekerasan verbal.
"Tapi untuk urusan anak saya yang dibawa tanpa izin dan dipaksa, dan kemudian ada kekerasan verbal, nah itu saya kira dan
kebetulan saya baru tahu itu tadi malam, nah itu saya sungguh benar-benar ibaratnya, enggak terima, kok bisa begini caranya," ujarnya.
Ditemui seusai konferensi pers, Bahar mengaku akan mengadu ke Lemaba Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait apa yang dialami putrinya.
"Iya, nanti kita akan konsultasi dulu ke LPSK, kemudian ke Perlindungan Perempuan, terus pada akhirnya ya mau tidak mau ke Polda Metro," ucapnya.
Bahar mengungkapkan, putrinya berjam-jam berada di kantor GRIB Jaya. Setengah jam diantaranya berkomunikasi langsung denhan Hercules.
"Dari Magrib sampai jam 11.00 malam. Cuman kalau pas dengan Bung Hercules katanya kurang lebih setengah jam-an," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahar mengaku putrinya didampingi Ketua RW di lokasi rumahnya.
GRIB Jaya membantah adanya pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar. Sebab, lima satgas yanh mendatangi lokasi melakukan pendekatan persuasif untuk meminta klarifikasi terkait narasi ofensif yang merendahkan Hercules.
"Jadi tidak ada pengerahan massa, hanya lima anggota satgas," kata Kepala Bidang Humas dan Publikasi, Marselinus Gual dalam keterangannya.
Marsel pun membantah terkait adanya narasi pihaknya melakukan penyanderaan. Sebab kata dia, kedatangan pihaknya di lokasi didampingi Ketua RW setempat serta disaksikan oleh aparat kepolisian selaku representasi penegak hukum di lingkungan tersebut.
"Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, kondusif, dan menghormati norma sosial," ucapnya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar