Jelang Idul Adha, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Naikkan Harga Ayam Hidup jadi Rp19.500 per Kg
Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas, Asrokh Nawawi, menjelaskan penurunan harga ayam beberapa waktu terakhir dipicu kepanikan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kondisi itu membuat peternak melakukan panen lebih awal secara bersamaan sehingga harga turun drastis.
"Harga Rp19.500 adalah angka yang realistis dan secara bertahap akan bergerak naik menuju harga acuan. Ini adalah langkah awal yang perlu kita perjuangkan bersama. Saya yakin kita optimis akan lebih baik dan lebih sejahtera dengan harga hari ini yang sudah lebih baik dari kemarin. Mari kita dukung sehingga sukses bersama," ujar Asrokh.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia, Muhlis Wahyudi, memastikan pihaknya siap mengawal implementasi harga tersebut di seluruh wilayah Jawa.
“Kami akan menginstruksikan anggota kami wilayah seluruh Jawa segera untuk mengawal dan mensukseskan. Besok harus jalan di ukuran 1,8 kilogram ke atas,” kata Muhlis.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia, Kusnan, menyebut hasil rapat tersebut menjadi kabar baik bagi peternak rakyat meskipun angka Rp19.500 masih belum mencapai Harga Pokok Produksi (HPP).
"Ini adalah harga dasar awal. Kemarin harga masih di Rp18.000, bahkan ada yang di bawah Rp18.000. Ini adalah kabar baik untuk peternakan rakyat Indonesia. Semoga harga ini terus membaik hingga puncaknya menjelang Idul Adha, dan harapan kami Harga Acuan Rp25.000 bisa tercapai," ujar Kusnan.
Editor: Wahab Firmansyah