Pengusaha Properti Minta Pemerintah Turunkan Suku Bunga KPR agar Tidak Membebani Konsumen
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Kalangan pengusaha properti meminta pemerintah memberikan dukungan kepada sektor perumahan dengan membantu menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meringankan beban cicilan konsumen di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Salah satu pengusaha properti, Rezy Fauzi, mengatakan pihaknya memahami kondisi ekonomi nasional yang saat ini sedang menghadapi berbagai tekanan. Namun demikian, pemerintah diharapkan tetap memberikan stimulus bagi industri properti yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian.
"Kita tidak berharap banyak ya, karena bisa dibilang pemerintah Indonesia juga sedang keberatan. Tapi mungkin, pemerintah bisa membantu menurunkan suku bunga, agar KPR yang ada tidak memberatkan konsumen," kata Rezy dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Rezy yang merupakan Owner PT Fauzi Panca Manunggal menjelaskan, perusahaannya saat ini tengah mengembangkan proyek hunian Panca Residence Ciracas di Jakarta Timur. Proyek tersebut diharapkan mampu mengulang keberhasilan Panca Residence Bambu Apus yang sebelumnya mencatat penjualan sebanyak 29 unit rumah.
Menurutnya, salah satu keunggulan utama Panca Residence Ciracas adalah lokasinya yang berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan berdampingan langsung dengan Stasiun LRT Ciracas. Selain itu, akses menuju jalan tol juga dapat ditempuh dalam waktu singkat.
"Kita memilih di samping LRT dikarenakan lokasi yang sangat strategis ya. Tidak sampai 5 menit jalan kaki dari rumah, untuk sampai dengan LRT. Dan juga kalau pakai mobil ke tol itu nggak sampai dengan 5 menit juga," kata Rezy saat Grand Launching Panca Residence Ciracas.
Rezy optimistis proyek terbarunya tersebut akan mendapat respons positif dari pasar. Berbeda dengan proyek sebelumnya, Panca Residence Ciracas dikembangkan di lahan seluas 1,2 hektare dengan dua tahap pembangunan dan total 75 unit hunian.
Kawasan perumahan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.
"Di Panca Residence Ciracas ini kita melakukan ekskalasi. Kawasannya lebih luas, yaitu 1,2 hektare, dan akan ada dua tahap dengan total 75 unit, serta akan ada lebih banyak fasilitas. Mulai masjid di dalam kawasan, ada mini gym, ada swimming pool, ada playground untuk anak-anak, dan juga ada jogging track," ujarnya.
Hunian yang ditawarkan terdiri dari tipe Damai dengan luas bangunan 60 meter persegi dan 2,5 lantai, serta tipe Sentosa berkonsep apart house dengan luas 30 meter persegi dan tiga lantai. Rezy menilai konsep tersebut cocok bagi kalangan milenial maupun Generasi Z yang baru membangun keluarga.
Untuk mempermudah kepemilikan rumah, pengembang bekerja sama dengan sejumlah perbankan yang menyediakan fasilitas KPR hingga tenor 30 tahun.
"Kami pun menggandeng beberapa bank yang menyediakan sistem KPR hingga 30 tahun. Cicilannya pun terjangkau, untuk rumah yang tipe damai itu di 10 jutaan setiap bulannya dan tipe sentosa ini di 15 jutaan," paparnya.
Selain skema KPR, pengembang juga menawarkan sistem pembayaran bertahap atau installment hingga enam bulan, serta pembayaran tunai.
Rezy menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga harga jual rumah agar tetap kompetitif meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.
"Banyak alternatif untuk fleksibilitas tersebut. Dan, Insya Allah kami tetap berkomitmen untuk tetap menjaga harga rumah untuk tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi atau rupiah yang sedang mengalami pelemahan. Kami telah melakukan kontrak dengan kontraktor, jadi harga bisa tetap terjaga," kata Rezy.
Sebagai informasi, Panca Residence Ciracas menawarkan konsep hunian Scandinavian modern dengan dua pilihan tipe, yakni Sentosa dan Damai. Setiap unit telah dilengkapi fasilitas Smart Lock, AC, serta penampungan air.
Sementara itu, fasilitas kawasan yang tersedia meliputi masjid, coffee shop, lapangan padel, jogging track, mini gym, kolam renang, hingga sistem keamanan one gate system yang memastikan akses kawasan hanya dapat digunakan oleh penghuni.
Editor : Wahab Firmansyah