get app
inews
Aa Text
Read Next : Perkembangan Terbaru Kantor BGN saat Digeledah Kejagung, Dijaga Ketat TNI-Polisi

Eksekusi Hotel Sultan Memanas, Kivlan Zen Terluka di Bagian Tangan

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:52 WIB
header img
Mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen mengalami luka pada tangan kiri saat pelaksanaan eksekusi Hotel Sultan. Foto: iNews

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Proses eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), diwarnai insiden yang melibatkan mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen. Purnawirawan jenderal TNI itu mengalami luka pada tangan kirinya saat berada di lokasi pelaksanaan eksekusi. Tangan kirinya tergores kawat berduri yang membentang di lobi hotel. Luka itu diperban dengan noda darah.

Dia terluka karena ada yang menarik badannya dari belakang. Kala itu, Kivlan berdiri tepat di belakang kawat berduri untuk melobi aparat tak melakukan eksekusi. "Luka karena dorongan dari belakang, saya mau ini langsung kena kawat berduri," ujar Kivlan.

Kendati terluka, Kivlan tak masalah. Baginya, luka itu menjadi perjuangannya. "Nggak apa-apa, jadi ada darah saya untuk perjuangan," ucapnya.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menuturkan eksekusi dilakukan untuk menarik aset negara dari pihak lain. "Hari ini kita semuanya akan menyaksikan pelaksanaan eksekusi perkara yang sudah beberapa tahun lalu masuk ke ranah hukum pengadilan," katanya.

Lahan bekas Hotel Sultan ini merupakan aset negara yang dibebaskan oleh pemerintah sekitar tahun 1959 dalam rangka Asian Games ke-IV. "Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kita harus menarik aset-aset pemerintah, aset-aset negara yang selama ini dikuasai pihak lain," katanya.

"Kemudian, kita harus mengembalikan bahwa semua aset itu harus di bawah kontrol kita sendiri, pemerintah, dan negara," ujar dia.

PT Indobuildco telah gunakan lahan itu selama 50 tahun. "Jadi bisa dikatakan bahwa Indobuildco itu sudah punya privilege selama 50 tahun untuk menguasai aset ini. Ini aset yang strategis," ujar Bambang.

"Presiden juga menyampaikan bahwa nanti ketika dikembalikan kepada negara, aset ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," ucap dia lagi.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut