Ketua BEM UBK Blak-blakan Bongkar Aliran Dana Rp20 Juta Usai Demo Gibran
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Isu panas mengenai dugaan suap di tubuh BEM Universitas Bung Karno (UBK) akhirnya terjawab secara gamblang. Lewat sebuah video klarifikasi yang viral di media sosial, Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdi Maludin tak berkutik saat dikepung oleh massa mahasiswa dan akhirnya mengakui adanya aliran dana yang masuk ke jaringannya pasca-bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka pekan lalu.
Dalam video interogasi tersebut, Abdi dengan terbata-bata membenarkan nominal uang yang diterimanya, yaitu sebesar Rp20 juta yang kemudian dibagi-bagikan ke kawan-kawannya. Kabar ini langsung memicu amarah para mahasiswa yang menganggap tindakan tersebut mencoreng marwah kampus.
Suasana semakin tegang ketika Abdi membongkar dari mana uang tersebut berasal. Ia menyebutkan bahwa dana itu diserahkan oleh pihak kepolisian yang datang untuk berkomunikasi dengannya. Pengakuan jujur yang tidak terduga ini seketika memperkuat kecurigaan publik mengenai adanya upaya peredaman gerakan kritis mahasiswa di ibu kota.
Merespons pengakuan bersalah tersebut, massa mahasiswa UBK langsung mengambil tindakan tegas dengan meluncurkan petisi resmi melalui akun @bemfhubk. Mereka menuntut pihak universitas dan yayasan segera memecat Muhammad Abdimaludin, Rafly Maulana Akbar, Mubarak Tuasamu, Pujiono, dan Muhammad Rafi Bastian dari seluruh jabatan internal kampus karena dinilai telah mencederai integritas organisasi.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar