Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Zulhas Pastikan Program Prabowo Tepat Sasaran, Ada MBG, Koperasi Desa hingga Pasar Karbon
Advertisement . Scroll to see content

Tragedi di Latsarmil SPPI 2026, Dua Peserta Meninggal akibat Heat Stroke dan Henti Jantung

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:13 WIB
  • author Yuwantoro Winduajie
Tragedi di Latsarmil SPPI 2026, Dua Peserta Meninggal akibat Heat Stroke dan Henti Jantung
Ilustrasi Latsarmil. Foto/iNews.id/Dok

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Kemhan menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan program guna memastikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama.

"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI," demikian keterangan resmi Setjen Kemhan yang dikutip pada Rabu (24/6/2026).

Salah satu peserta yang meninggal dunia adalah Anisa Muyassaroh. Almarhumah mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan dan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026.

Menurut Kemhan, Anisa telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," tulis Kemhan.

Sementara itu, peserta lainnya bernama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026.

Setelah memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan satuan dan dirujuk ke rumah sakit, Yonanda dinyatakan meninggal dunia.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," tulis Kemhan.

Kemhan menjelaskan bahwa sebelum mengikuti program, kedua peserta telah menjalani seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya memenuhi syarat untuk mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan.

"Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program," tulis Kemhan.

Pihak Kemhan juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut