Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Trans Wibawamukti Koridor 2 Meluncur 2027, 13 Bus Layani Rute Terminal Cikarang-Pemda Bekasi
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Ciduk Pembunuh Anak Punk yang Memperebutkan Mondy Tatto di Cikarang

Senin, 29 Juni 2026 | 12:09 WIB
  • author Abdullah M Surjaya
Polisi Ciduk Pembunuh Anak Punk yang Memperebutkan Mondy Tatto di Cikarang
Darmin alias Donal pelaku penusukan anak punk hingga tewas di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id – Polisi berhasil menangkap Darmin alias Donal, pelaku penikaman yang menewaskan Faisal Anwar (FA) di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Pelaku kini telah diamankan di Polsek Cikarang Barat untuk menjalani pemeriksaan.

Kasus pembunuhan tersebut diduga dipicu konflik asmara antara pelaku dan korban yang sama-sama dikaitkan dengan seorang perempuan bernama Dita Restu Amanda alias Mondy Tatto, sosok anak punk yang sempat viral di media sosial.

Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, mengatakan pelaku kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.

Menurut Dimas, pelaku awalnya memilih menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Resmob Polres Metro Bekasi bersama Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat langsung menjemput pelaku.

"Sebelum menyerahkan diri, pelaku diketahui sempat melarikan diri ke Tambelang sesaat setelah kejadian," kata Dimas dikutip pada Senin (29/6/2026).

Selain memeriksa pelaku, polisi juga mendalami informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan adanya barang milik korban yang hilang usai peristiwa penikaman. Namun hingga kini, informasi tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Untuk itu masih kita lakukan pendalaman. Sementara saat ini kami fokus dalam pemeriksaan saksi-saksi dan pihak terkait," jelas Dimas.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Meski pelaku telah diamankan, polisi belum menyimpulkan motif pasti penikaman tersebut. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti serta mencocokkan keterangan para saksi sebelum menetapkan latar belakang peristiwa secara resmi.

Ketua RT setempat, Boy Sandi, mengatakan perselisihan antara korban dan pelaku sebenarnya sudah terjadi sejak sehari sebelum penikaman.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut