Polisi Ciduk Pembunuh Anak Punk yang Memperebutkan Mondy Tatto di Cikarang
Berdasarkan informasi yang diterimanya, cekcok bermula di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum berlanjut hingga ke wilayah Kalijaya.
"Kami juga tidak tahu persis awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok dari sore, lalu menjelang subuh ada warga melapor kepada kami. Saat kami datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Boy menjelaskan, korban maupun pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk. Menurutnya, perselisihan diduga dipicu rasa cemburu terhadap seorang perempuan yang dikenal di lingkungan tersebut.
Korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis. Boy menyebut Faisal mengalami sekitar lima luka tusuk yang diduga akibat senjata tajam jenis pisau.
Di lingkungan tersebut, perempuan yang diduga menjadi pemicu perselisihan diketahui telah mengontrak rumah selama kurang lebih delapan bulan.
Selama tinggal di kawasan itu, Boy mengaku tidak pernah melihat adanya persoalan yang menonjol.
"Selama di sini tidak pernah bikin masalah. Paling cekcok biasa dengan teman-temannya. Baru kali ini sampai ada korban meninggal," ucapnya.
Sementara itu, di media sosial beredar informasi yang menyebut polisi turut menangkap Mondy Tatto, perempuan yang diduga menjadi pemicu konflik berdarah tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Polsek Cikarang Barat maupun Polres Metro Bekasi yang membenarkan informasi tersebut. Polisi juga masih berfokus pada penyidikan terhadap pelaku utama serta pendalaman motif kasus pembunuhan ini.
Editor: Wahab Firmansyah