Maia Estianty mulai Menopause, Warganet Beri Dukungan
BEKASI, iNewsBekasi.id - Maia Estianty blak-blakan mengaku dirinya mulai memasuki fase menopause. Hal itu ditandai pada perubahan kondisi tubuh.
Istri Irwan Mussry ini mengungkap berat badannya naik hingga 3 kilogram dalam waktu yang relatif singkat. Berawal dari kenaikan berat badannya hingga perubahan hormon akibat menopause.
"Gila, berat gue naik 3 kg kelar kawinan anak, sama sudah nggak syuting lagi, sudah kendor olahraga, ditambah mulai menopause. Berat badan gila naik kayak pesawat roket," tulis Maia Estianty dalam unggahan di Threads.
Menurut Maia, kenaikan berat badan kali ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dia mengaku cukup terkejut karena selama ini tubuhnya relatif stabil dan tidak pernah mengalami lonjakan berat badan yang begitu cepat.
Selain faktor menopause, Maia juga menyebut rutinitas olahraganya yang mulai berkurang serta aktivitas syuting yang sudah tidak sepadat dulu ikut memengaruhi perubahan bentuk tubuhnya.
Curhatan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, Maia selama ini dikenal sebagai salah satu artis yang konsisten menjaga kebugaran dan penampilan. Meski telah memiliki tiga anak dan kini berusia 50 tahun, dia kerap dipuji karena tetap tampil langsing dan awet muda.
Pengakuan jujur Maia justru dibanjiri dukungan dari warganet. Banyak yang menilai kenaikan berat badan 3 kilogram merupakan hal yang wajar, terlebih saat seorang perempuan memasuki fase menopause.
Tak sedikit netizen yang mengingatkan Maia agar tidak terlalu khawatir dengan angka di timbangan. Mereka menilai kesehatan dan kebahagiaan jauh lebih penting, seraya memuji penampilan Maia yang dinilai tetap cantik, anggun, dan berkelas meski mengalami perubahan fisik secara alami.
Curhatan Maia Estianty ini pun mendapat banyak respons positif karena dianggap mampu membuka ruang diskusi mengenai perubahan tubuh perempuan saat memasuki menopause. Banyak warganet mengapresiasi keterbukaan Maia dalam membagikan pengalaman pribadinya, sehingga perempuan lain yang mengalami hal serupa merasa tidak sendirian.
Editor : Tedy Ahmad