Prabowo Beri Pesan Keras kepada Perwira TNI-Polri: Jangan Korupsi dan Jangan Loyalitas Korps Sempit
Menurut Prabowo, masyarakat tidak menuntut aparat negara menjadi sosok yang sempurna. Namun, rakyat menginginkan pemimpin yang jujur, berani, adil, dan selalu hadir ketika dibutuhkan.
"Rakyat tidak menuntut saudara sempurna, rakyat menuntut saudara jujur, saudara berani, saudara adil, dan selalu saudara muncul dan hadir ketika dibutuhkan. Ingat jabatan hanya titipan, pangkat akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan penghormatan kepada para orang tua dan keluarga yang telah merelakan putra-putrinya mengabdi sebagai prajurit TNI dan anggota Polri.
"Terima kasih bahwa bapak-bapak dan ibu-ibu merelakan putra-putrinya menjadi milik bangsa dan rakyat. Di balik setiap perwira yang berdiri tegak hari ini, ada doa seorang ibu, keteguhan seorang ayah, pengorbanan sebuah keluarga. Sekali lagi saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya," ujarnya.
Menutup amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa masa depan bangsa kini berada di pundak para perwira lulusan 2026. Ia meminta mereka menjaga kepercayaan rakyat dengan menunjukkan keberanian, keteladanan, serta pengabdian yang tulus.
"Jangan pernah kecewakan kepercayaan ini. Berjuanglah dengan keberanian, memimpinlah dengan keteladanan. Pemimpin memimpin dari depan, memimpin dengan contoh. Berbakti, mengabdi dengan tulus dan ikhlas," katanya.
Editor : Wahab Firmansyah