Xavi Hernandez Resmi Latih Timnas Belanda hingga 2030, Janjikan Sepak Bola Menyerang
AMSTERDAM, iNewsBekasi.id – Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Mantan gelandang Barcelona itu mendapatkan kontrak hingga Piala Dunia 2030 dan dipercaya membangun kembali kekuatan De Oranje setelah Ronald Koeman meninggalkan kursi pelatih.
Pelatih asal Spanyol berusia 46 tahun tersebut menjadi penerus Koeman yang mengundurkan diri setelah Timnas Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan dari Maroko pada babak 32 besar.
Penunjukan Xavi menjadi langkah besar bagi Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Selain memiliki pengalaman sebagai pelatih, Xavi juga mempunyai rekam jejak gemilang ketika masih aktif sebagai pemain. Xavi merupakan bagian penting dari Timnas Spanyol saat meraih gelar Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.
Xavi memiliki hubungan erat dengan filosofi sepak bola Belanda melalui pendidikan sepak bolanya di akademi Barcelona. Dia berkembang dengan pengaruh besar dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, dua tokoh asal Belanda yang berperan penting dalam perkembangan filosofi sepak bola menyerang.
“Saya menganggap sebuah kehormatan besar bisa menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” ujar Xavi dalam pernyataan resmi yang dirilis KNVB.
“Sebagai seseorang yang mendapat pendidikan di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dikatakan saya adalah sedikit anak dari sepak bola Belanda,” tuturnya.
Xavi terakhir kali menangani klub pada 2024 setelah meninggalkan Barcelona. Dia mulai melatih klub asal Catalunya tersebut pada November 2021, menggantikan Ronald Koeman, setelah sebelumnya menjalani karier kepelatihan bersama klub Qatar, Al Sadd.
Selama menangani Barcelona, Xavi berhasil membawa klub tersebut meraih gelar La Liga pada 2023. Kini, Xavi menghadapi tantangan baru bersama Timnas Belanda. Dia diharapkan mampu menerapkan pendekatan sepak bola menyerang sekaligus membangun kembali kekuatan De Oranje untuk menghadapi Piala Dunia 2030.
Xavi mengaku tertarik dengan budaya sepak bola Belanda yang identik dengan permainan menyerang dan mengutamakan penguasaan bola.
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berdasarkan penguasaan bola, dengan kreativitas, semangat, dan keyakinan,” katanya.
“Tentu saja tujuan paling penting dan selalu menjadi tujuan utama adalah menang, tetapi saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan membuat orang menikmatinya,” ungkapnya.
“Potensinya ada, begitu juga fondasi yang kuat untuk dibangun,” tambah Xavi.
Direktur sepak bola KNVB, Nigel de Jong, menjelaskan alasan federasi memilih Xavi sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Menurut dia, pengalaman dan filosofi permainan Xavi dinilai sesuai dengan identitas sepak bola yang ingin diterapkan De Oranje.
“Sebagai pelatih, dia dibentuk oleh pengalaman bertahun-tahun bekerja dengan pelatih-pelatih top yang memiliki visi sepak bola yang sangat sesuai dengan cara kami ingin bermain bersama tim nasional Belanda: mengambil inisiatif, sepak bola dominan dan menarik, dikombinasikan dengan fleksibilitas yang dibutuhkan sepak bola elite modern,” ujar Nigel de Jong.
“Xavi percaya pada prinsip-prinsip dasar tersebut, menerima visi itu, dan menjadikannya miliknya sendiri. Semua itu, ditambah kepribadiannya serta caranya membangun hubungan dengan pemain dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari sebuah tim, membuat dia menjadi pilihan tepat untuk tahun-tahun mendatang,” tuturnya.
Editor : Wahab Firmansyah