get app
inews
Aa Text
Read Next : Contoh Teks Singkat Khutbah Jumat 20 Februari 2026, Ramadhan sebagai Bulan Istimewa

Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah, Begini Sejarah dan Kisahnya

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:42 WIB
header img
Kisah salat Jumat pertama Rasulullah SAW di Madinah pada bulan Rabiul Awal. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Bulan Rabiul Awal memiliki sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah kisah salat Jumat pertama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam (SAW) di Madinah setelah hijrah dari Makkah.

Salat Jumat tersebut dilaksanakan Rasulullah SAW di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Masjid Jumat. Masjid ini berada di kawasan Wadi Ranuna, tidak jauh dari Quba.

Masjid Jumat dinamakan demikian karena menjadi salah satu tempat Rasulullah SAW melaksanakan salat Jumat setelah perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Namun, sejarah salat Jumat ternyata telah dimulai sebelum Rasulullah SAW tiba di Madinah. Lantas, siapa yang pertama kali menggagas pelaksanaan salat Jumat?

Asal-usul Nama Hari Jumat

Sebelum dikenal dengan nama Jumat, hari setelah Kamis disebut Arubah. Nama tersebut memiliki makna "hari yang agung".

Dr Wahbah az-Zuhaili menyebutkan bahwa orang yang pertama kali menggunakan istilah "Jumat" untuk menyebut hari tersebut adalah Ka'ab bin Lu'ay.

Sementara itu, menurut Ibnu Sirin, istilah Jumat pertama kali digunakan oleh kaum Anshar. Sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Yatsrib, penduduk Madinah telah memiliki kebiasaan berkumpul pada hari Arubah. Mereka kemudian berpikir bahwa umat Yahudi memiliki hari khusus untuk berkumpul, yakni Sabtu, sedangkan umat Nasrani memiliki hari Ahad.

"Kita memiliki satu hari untuk berkumpul, berzikir dan berdoa kepada Allah," demikian gagasan mereka sebagaimana dikisahkan dalam sejumlah riwayat. Kaum Anshar kemudian memilih hari Arubah sebagai waktu untuk berkumpul dan beribadah.

Mereka menemui As'ad bin Zurarah atau Abu Umamah. Dalam pertemuan tersebut, mereka melaksanakan salat dua rakaat dengan As'ad bin Zurarah sebagai imam.

As'ad juga menyembelih seekor kambing untuk hidangan makan bersama. Sejak peristiwa tersebut, hari Arubah kemudian dikenal dengan nama Jumat, yang secara harfiah bermakna "hari berkumpul".

Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam

Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi momentum berkumpulnya kaum Muslimin untuk melaksanakan salat Jumat, hari ini juga memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Dan Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat." (HR Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan keistimewaan hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya. Para ulama juga menjelaskan berbagai makna mengenai keutamaan Jumat, termasuk kaitannya dengan penciptaan Nabi Adam AS dan sejumlah peristiwa besar yang terjadi pada hari tersebut.

Salat Jumat Sudah Dilaksanakan Sebelum Rasulullah SAW Hijrah

Perintah salat Jumat telah turun ketika Rasulullah SAW masih berada di Makkah. Namun, pelaksanaannya secara terbuka menghadapi kendala karena tekanan dan penentangan kaum Quraisy.

Pelaksanaan salat Jumat kemudian dilakukan oleh kaum Muslimin di Madinah sebelum Rasulullah SAW tiba di kota tersebut.

Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengutus Mush'ab bin Umair bin Hasyim ke Madinah untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada penduduk setempat.

Mush'ab kemudian meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk melaksanakan salat Jumat bersama kaum Muslimin di Madinah. Rasulullah SAW memberikan izin kepadanya.

Mush'ab bin Umair pun memimpin salat Jumat bersama para sahabat. Dengan demikian, Mush'ab bin Umair merupakan salah satu tokoh yang pertama kali melaksanakan salat Jumat atas izin Rasulullah SAW sebelum beliau berhijrah ke Madinah.

Rasulullah SAW Melaksanakan Salat Jumat Pertama di Madinah

Adapun Rasulullah SAW melaksanakan salat Jumat untuk pertama kalinya setelah tiba di wilayah Madinah dalam perjalanan hijrah.

Rasulullah SAW tiba di Quba pada Senin, 12 Rabiul Awal. Beliau kemudian tinggal di Quba hingga Kamis dan mendirikan masjid di sana.

Pada Jumat pagi, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW bertemu dengan Bani Salim bin Auf yang hendak melaksanakan salat Jumat di sebuah lembah di dekat permukiman mereka. Tempat tersebut kemudian dikenal sebagai Masjid Jumat.

Rasulullah SAW kemudian ikut melaksanakan salat Jumat bersama mereka. Beliau juga menyampaikan khutbah. Khutbah tersebut menjadi salah satu khutbah pertama Rasulullah SAW setelah memasuki wilayah Madinah.

Peristiwa salat Jumat pertama Rasulullah SAW di Madinah menjadi bagian penting dalam sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW. Sejak itu, salat Jumat berkembang menjadi salah satu syiar utama Islam yang dilaksanakan umat Muslim secara berjamaah setiap pekan.

Bagi umat Islam, kisah tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya salat Jumat sekaligus momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan sesama Muslim.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut