get app
inews
Aa Text
Read Next : Korban PHK dan Terdampak El Nino dapat Bantuan, Purbaya: Kita Belum Hitung Detailnya

Heboh Desil Warga Berubah, BPS: Semua Data Itu Dinamis

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:33 WIB
header img
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti buka suara soal desil kesejahteraan masyarakat tidak valid. Foto: istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Desil kesejahteraan masyarakat berubah menjadi heboh karena Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak valid. Hal ini menyebabkan sejumlah masyarakat bawah mengeluh karena tidak lagi mendapat bantuan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti buka suara. Ia menegaskan bahwa seluruh data bersifat dinamis.

"Nggak, bukan begitu, bukan datanya tidak valid. Semua data itu dinamis, sehingga masyarakat dan pemerintah perlu berkolaborasi bersama untuk melakukan pemutakhiran, dan sensus (ekonomi) menjadi salah satu upaya kita untuk memutakhirkan kondisi masyarakat dan usaha terkini," ujar Amalia saat ditemui di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Polemik DTSEN sebelumnya muncul setelah ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi sebagian warga dengan klasifikasi desil. Sorotan juga mengarah pada desil 9 dan 10 yang menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.

Penyesuaian klasifikasi dilakukan melalui proses pemutakhiran untuk mendapatkan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih sesuai dengan situasi terkini. BPS turut memberikan pendampingan langsung dalam proses pembaruan data.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk mengoreksi informasi administratif yang tidak lagi sesuai dengan kondisi faktual. Hasil pemutakhiran kemudian digunakan untuk memperbarui profil sosial ekonomi masyarakat dalam basis data nasional.

Amalia menekankan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas DTSEN. Keterbukaan warga saat memberikan informasi terbaru dinilai membantu BPS menghasilkan data yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

"Data itu dinamis, dan setelah kami lakukan pemutakhiran dengan pendampingan BPS serta kerja sama masyarakat yang kooperatif, terbukti datanya sesuai dengan fakta di lapangan. Kuncinya pemutakhiran data itu sangat penting supaya selalu mencerminkan kondisi terkini masyarakat," kata Amalia.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut