Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Desil Warga Berubah, BPS: Semua Data Itu Dinamis
Advertisement . Scroll to see content

Sekolah Swasta di Jabar Tolak Skema Bantuan Rp100.000 ke Siswa, Kenapa?

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:33 WIB
  • author inewsTV
Sekolah Swasta di Jabar Tolak Skema Bantuan Rp100.000 ke Siswa, Kenapa?
Ketua BMPS Jabar menolak skema bantuan ke siswa yang tidak diterima SPMB. (Foto: iNews).

BANDUNG, iNewsBekasi.id – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Jawa Barat menolak skema bantuan dana yang ditawarkan pemerintah, di mana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana menggratiskan biaya sekolah swasta bagi 78.000 calon murid yang tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). 

BMPS sebagai organisasi yang menaungi seluruh yayasan sekolah swasta ini menegaskan bahwa angka yang ditawarkan pemerintah pusat daerah tersebut sangat tidak masuk akal untuk menopang biaya operasional sekolah swasta yang bermutu.

“Bantuan SPP Rp100.000 per bulan dianggap jauh dari kata cukup untuk membayar gaji guru honorer, perawatan fasilitas, dan kegiatan belajar mengajar yang layak,” kata Ketua BMPS Jabar, Agus Sriyanta, Jumat (19/6/2026). 

Jika sekolah swasta dipaksa menggratiskan siswa tanpa subsidi yang sepadan, kata dia, hal itu dinilai sama saja dengan membunuh kualitas pendidikan swasta secara perlahan.

Tak hanya menolak nominal subsidi, BMPS Jabar juga membongkar fakta mengejutkan sekaligus membantah klaim sepihak Pemprov Jabar yang menyebut ratusan sekolah sudah menyatakan bergabung.

"Kami membantah klaim Pemprov yang menyatakan sudah ada 751 sekolah swasta yang setuju bekerja sama. Hingga detik ini, belum ada kesepakatan resmi hitam di atas putih. Bahkan, kami sebagai asosiasi induk yang menaungi sekolah-sekolah swasta ini belum pernah diajak duduk bersama untuk berdiskusi merumuskan skema anggaran tersebut," tutur Agus. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto mengatakan, usulan bantuan bagi sekolah swasta merupakan langkah mitigasi membeludaknya siswa yang tersingkir dari jalur SPMB. 

“Pemerintah Provinsi Jabar akan mengalokasikan dana bantuan tunai sebesar Rp1,5 juta per siswa. Selain itu, bantuan iuran bulanan sebesar Rp100.000 per siswa per bulan,” katanya. 

Disdik juga melarang sekolah swasta yang bergabung dalam program ini memungut biaya tambahan apa pun dari orang tua murid. 

"Kami mencatat sudah ada sebanyak 751 sekolah swasta di Jawa Barat yang mengajukan diri untuk ikut serta menyukseskan program sekolah swasta gratis ini. Ini komitmen kami agar anak-anak tidak putus sekolah," ucap Purwanto.

Editor: Tedy Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut