get app
inews
Aa Text
Read Next : Transformasi Digital Kantor: I-Meeting Atur Ruang Rapat Lebih Rapi

SMK Go Global Gelombang 3 Dibuka 1-11 September, Ada Pelatihan Gratis dan Uang Saku

Kamis, 03 September 2026 | 12:22 WIB
header img
Pendaftaran program SMK Go Global Gelombang 3 dibuka pada 1-11 September 2026. Foto/Instagram @kemenp2mi

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Pemerintah kembali membuka pendaftaran SMK Go Global Gelombang 3 bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan akses peluang kerja di luar negeri.

Program yang digelar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) ini membuka pendaftaran pada 1-11 September 2026. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara gratis sebagai bagian dari persiapan bekerja di luar negeri secara aman dan terarah.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan pendaftaran SMK Go Global Gelombang 3 dibuka di 20 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang tersebar di berbagai wilayah.

"Di batch 1 (gelombang 1 dan 2) ini, kami masih membuka untuk gelombang 3 nanti. Jadi gelombang 3 ini, teman-teman, penting sekali, mulai kemarin, 1-11 September, di 20 BP3MI, dibukalah pendaftaran untuk gelombang 3 ini," ujar Christina dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Informasi terkait pendaftaran SMK Go Global, persyaratan, dan lokasi BP3MI dapat diakses melalui media sosial Kementerian P2MI maupun BP3MI di masing-masing wilayah.

Christina mengatakan program tersebut menjadi salah satu sarana pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh peluang kerja di luar negeri melalui proses yang lebih aman dan terarah.

"Program SMK Go Global ini merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah, agar masyarakat bisa mengakses peluang kerja di luar negeri, secara aman," katanya.

14.523 Orang Daftar SMK Go Global

Program SMK Go Global sebelumnya telah diluncurkan pada 26 Agustus 2026. Pada pembukaan pendaftaran batch pertama yang terdiri dari Gelombang 1 dan Gelombang 2, tercatat sebanyak 14.523 peserta mendaftar.

Namun, dari jumlah tersebut hanya 3.340 peserta yang akhirnya mengikuti pelatihan. Para peserta tersebut terbagi dalam 167 kelas yang tersebar di 20 BP3MI yang berpartisipasi.

Christina menjelaskan terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta. Salah satu syarat paling utama adalah memiliki kesediaan untuk bekerja di luar negeri. "Yang paling pertama dan utama adalah, kesediaan untuk bekerja luar negeri," imbuhnya.

Menurut Christina, sebagian pendaftar pada gelombang sebelumnya belum memahami bahwa SMK Go Global merupakan program persiapan bekerja di luar negeri, bukan sekadar program peningkatan keterampilan.

"Jadi ternyata banyak dari pendaftar yang mereka belum tahu, kalau mereka tuh nanti harus mau kerja di luar negeri. Mereka pikir, ah, kesempatan up skilling, bagus, tapi tidak ada intensi bekerja luar negeri, otomatis gugur," jelasnya.

Peserta Wajib Mendapatkan Izin Keluarga

Selain bersedia bekerja di luar negeri, peserta juga harus mendapatkan izin dari orang tua, wali, suami, atau istri.

Ketentuan tersebut diterapkan agar peserta dan keluarga memiliki kesiapan, termasuk secara mental, sebelum mengikuti rangkaian persiapan untuk bekerja di luar negeri.

"Di sini kita tidak main-main, ini program ini dikelola secara profesional, kamu dilatih, kamu harus siap bekerja di luar negeri," katanya.

Pelatihan SMK Go Global dilakukan secara tatap muka. Sistem pelatihan dapat berupa boarding maupun non-boarding, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi peserta.

Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah. Peserta juga mendapatkan makan tiga kali sehari selama mengikuti program. Selain itu, peserta akan mendapatkan uang saku setelah menyelesaikan seluruh program pelatihan.

Kebijakan pemberian uang saku di akhir pelatihan diterapkan agar peserta mengikuti program sampai tuntas. "Uang saku itu diberikan di akhir, karena kita tidak mau nanti hanya beberapa hari, lalu enggak ini ya, jadi harus betul-betul selesai dulu programnya," tegasnya.

Bukan Hanya Lulusan SMK

Meski menggunakan nama SMK Go Global, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Christina mengatakan masyarakat umum, termasuk lulusan perguruan tinggi, juga dapat mengikuti program tersebut selama memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri.

"Pesertanya bisa siapa saja. Masyarakat umum juga dimungkinkan untuk menjadi peserta, lulusan D3, S1, S2, kalau punya aspirasi bekerja ke luar negeri, ini menjadi sarana yang sangat baik untuk itu," pungkas Christina.
 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut