get app
inews
Aa Text
Read Next : AESI Solar Run 2026, Dorong Masyarakat Kenal Lebih Dekat Energi Surya

11.000 Profesional Energi Hadir di Enlit Asia 2026, Ini Agenda Besar yang Dibahas

Kamis, 03 September 2026 | 13:25 WIB
header img
Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 kembali digelar. Ajang ini untuk memperkuat kedaulatan energi di kawasan ASEAN. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 kembali digelar pada 22-24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Ajang ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kedaulatan energi dan ketahanan sistem ketenagalistrikan di kawasan ASEAN.

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 diselenggarakan melalui kemitraan strategis antara Clarion Events Asia dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), asosiasi industri ketenagalistrikan terkemuka di Indonesia.

Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua acara yang digelar secara bersamaan tersebut akan membahas berbagai tantangan dan peluang sektor energi, khususnya terkait ketahanan energi, ketangguhan sistem ketenagalistrikan, serta kemampuan implementasi kebijakan di tingkat regional.

Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadapi tantangan besar dalam proses transisi energi. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia masih menghadapi dinamika transisi energi yang kompleks.

Batu bara masih menjadi salah satu sumber energi utama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik yang didorong oleh digitalisasi, perkembangan industri manufaktur berat, hingga pertumbuhan hyperscale data center.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya meningkatkan kapasitas pembangkit listrik. Pemerintah dan pelaku industri juga dituntut memastikan pembangkitan, jaringan listrik, serta investasi mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan energi dengan tetap menjaga pasokan listrik yang andal dan terjangkau.

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan menghadirkan lebih dari 11.000 profesional industri, 280 peserta pameran internasional, serta 200 pemimpin pemikiran dari ASEAN dan berbagai negara lainnya.

Simon Hoare, Portfolio Director Enlit Asia, mengatakan Strategic Summit akan menjadi salah satu agenda utama selama tiga hari penyelenggaraan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026.

Terdapat empat jalur konferensi utama yang akan dibahas, yakni Grid Modernisation, Clean & Thermal Generation, Powering Industries & Decarbonisation, serta Digitalisation & AI.

Agenda tersebut akan berlangsung bersamaan dengan sejumlah forum unggulan, termasuk Nickel Power Forum, 2nd Nuclear Forum, Clean Energy Investor Agora, serta DC X POWER (Data Center Power Forum) yang baru diluncurkan.

Salah satu agenda utama dalam program 2026 adalah rangkaian pertemuan tingkat tinggi dalam empat bagian. Forum tersebut akan mempertemukan pemerintah dan pembuat kebijakan, CEO perusahaan utilitas, regulator energi, serta organisasi internasional.

"Pembahasan akan mencakup ketahanan energi regional, investasi infrastruktur, kerja sama ketenagalistrikan lintas negara, serta kebijakan yang akan membentuk masa depan sistem ketenagalistrikan ASEAN," kata Simon dalam keterangannya pada Kamis (3/9/2026).

Dia menuturkan, Summit ini juga akan menghadirkan lebih dari 300 pembicara ahli dari perusahaan utilitas terkemuka, pemerintahan, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional.

Negara-negara di kawasan kini harus menyeimbangkan peningkatan kebutuhan listrik dengan target dekarbonisasi yang ambisius, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan sistem ketenagalistrikan.

"Enlit Asia dan MKI Electricity Connect menjadi wadah bagi pembuat kebijakan, perusahaan utilitas, investor, dan inovator teknologi untuk bertukar pengetahuan, membangun kemitraan, dan mendorong solusi nyata yang akan membentuk masa depan energi di ASEAN,” ujarnyanya.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Arsyadany Ghana Akmalaputri mengungkapkan, sebagai organisasi yang mewakili industri ketenagalistrikan Indonesia, MKI meyakini bahwa penguatan ketahanan energi membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, perusahaan utilitas, investor, penyedia teknologi, dan pengguna energi dari sektor industri.

"Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mendukung target transisi energi Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem energi ASEAN yang lebih kuat, terhubung, dan tangguh,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan, Electricity Connect 2026 bersama Enlit Asia merupakan momentum strategis bagi pemerintah, PLN, pelaku industri, akademisi, dan investor untuk bersama-sama membentuk masa depan energi Indonesia.

"Forum ini menjadi kesempatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membahas percepatan transisi energi, digitalisasi sistem ketenagalistrikan, kesiapan pasokan listrik untuk mendukung pengembangan infrastruktur data center, serta pengembangan energi nuklir dalam rangka memperkuat kedaulatan energi nasional,” jelasnya.

Dalam ajang ini, pengunjung juga memiliki kesempatan mengikuti sesi business matching, terhubung langsung dengan para pengambil keputusan senior, serta membangun kemitraan baru dengan perusahaan utilitas, Independent Power Producer (IPP), pengembang energi terbarukan, perusahaan EPC, pengguna energi industri, instansi pemerintah, dan penyedia teknologi dari berbagai negara di Asia.

Pengunjung dapat melihat dan mengevaluasi teknologi terkini, memperoleh wawasan langsung dari para pemimpin industri, serta memperluas jaringan profesional.

Sementara itu, peserta pameran mendapatkan akses langsung ke salah satu pasar ketenagalistrikan dan energi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, sekaligus menjangkau audiens yang relevan, termasuk pembeli dan pengambil keputusan.

Sejumlah tokoh pemerintah dan organisasi internasional juga dijadwalkan hadir, antara Menteri Komidigi, Abdul Malik Sadat Idris (Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas), dan Harris Yahya (Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi/EBTKE).

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut