Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Metode Tootling di Sekolah Terbukti Efektif, Meningkatkan Empati dan Solidaritas Remaja
Advertisement . Scroll to see content

10 Pelajar Diamankan usai Video Kekerasan di Jakamulya Bekasi Viral, Polisi Sita Celurit

Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:38 WIB
  • author Abdullah M Surjaya
10 Pelajar Diamankan usai Video Kekerasan di Jakamulya Bekasi Viral, Polisi Sita Celurit
Polisi mengamankan 10 pelajar dan menyita celurit serta senjata mirip samurai. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

BEKASI, iNewsBekasi.id– Video aksi kekerasan terhadap pelajar di Jalan H Assamawi, Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, viral di media sosial. Polisi kemudian mengamankan 10 pelajar yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Putra mengatakan penyidik langsung melakukan penyelidikan setelah mengetahui video penganiayaan tersebut beredar luas di media sosial.

“Setelah video kejadian beredar, kami segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 10 anak yang berhadapan dengan hukum,” kata Verdika, Rabu (7/10/2026).

Sebanyak 10 pelajar yang diamankan diketahui berasal dari dua sekolah yang berada di bawah satu yayasan pendidikan di wilayah Jakarta Timur.

Mereka kini menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota. Penyidik masih mendalami peran masing-masing anak dalam aksi kekerasan tersebut.

”Penyidik masih mendalami peran mereka, baik yang melakukan kekerasan, membawa atau menggunakan senjata tajam, maupun yang terlibat dalam rangkaian kejadian,” ucapnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu bilah celurit dan satu senjata tajam yang menyerupai samurai.

Selain senjata tajam, penyidik juga menyita pakaian yang diduga digunakan saat kejadian serta 10 telepon seluler milik para pelajar.

Seluruh barang bukti tersebut digunakan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sekaligus mendalami peran masing-masing anak yang diamankan.

Peristiwa kekerasan itu terjadi pada Jumat (2/10/2026). Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian setelah rekaman kejadian tersebar di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok remaja mengendarai empat sepeda motor. Mereka disebut berboncengan hingga tiga orang dalam satu kendaraan.

Kelompok tersebut kemudian mendatangi tiga pelajar lain yang sedang berjalan kaki. Aksi kekerasan terhadap ketiga pelajar itu pun terlihat dalam rekaman.

Salah satu korban bahkan sempat terjatuh saat dianiaya. Situasi kemudian berubah ketika tiga pelajar yang diserang berupaya melakukan perlawanan.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut