Ikut Pelatihan Sandiaga Uno, Pengusaha Nasi Bejeg Malangan Buka Peluang Kerja bagi Difabel
"Jadilah mind set-nya diubah, kita harus melihat persoalan secara lebih jelas, termasuk menentukan langkah yang perlu dilakukan agar usaha tetap bertahan," ungkap Riza.
Pada Oktober 2026, Riza merencanakan perombakan tim dan pembenahan standar operasional prosedur (SOP). Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan usaha sekaligus mendorong peningkatan omzet.
Ia menargetkan omzet Nasi Bejeg Malangan kembali meningkat hingga melampaui capaian sebelumnya, yakni lebih dari Rp50 juta.
Terpisah, Founder Sandination Academy sekaligus Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya akses, pengalaman, dan pendampingan bagi generasi muda dalam mengembangkan usaha.
Melalui program Rocket Acceleration, pelaku usaha muda didorong untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, serta mengembangkan gagasan menjadi bisnis yang berkelanjutan.
"Kami akan terus memberikan akses, pengalaman, keberanian, dan kepercayaan kepada generasi muda untuk membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di level global," ujar Sandiaga Uno.
Program Rocket Acceleration 2026 diikuti puluhan wirausaha muda, termasuk Riza. Pendampingan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk mengevaluasi bisnis, memperbaiki proses pengambilan keputusan, serta menyusun strategi menghadapi tantangan usaha.
Sandiaga juga menilai perkembangan sebuah usaha tidak semata-mata diukur dari peningkatan omzet. Kemampuan mengenali persoalan, menghadapi tantangan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menilai kemajuan bisnis.
"Ukuran perkembangan usaha tidak selalu ditandai dengan kenaikan omzet, tapi kemampuan mengenali persoalan dan tantangan, juga dampak sosial terhadap lingkungan," jelasnya.
Editor: Wahab Firmansyah