Bayi 28 Hari Meninggal usai Kritis, Diduga Diberi Telur Mentah saat Demam
Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar meninggalnya bayi tersebut. Dia menyebut Alena mengembuskan napas terakhir pada Minggu pagi.
Meski demikian, pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan pemberian telur mentah karena informasi tersebut berkaitan dengan privasi pasien.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Alena. Dia mengaku mengikuti perkembangan kondisi bayi tersebut bersama pihak rumah sakit selama beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak rumah sakit, Alena mengalami infeksi serius pada saluran pencernaan.
Keterangan tersebut menjadi penting karena penyebab pasti kematian Alena dan kaitannya dengan dugaan pemberian telur mentah belum dipastikan secara medis kepada publik.
Emil juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan ibu Alena. Dia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada keluarga untuk berduka serta menghormati privasi mereka.
Kasus meninggalnya Alena menjadi pengingat bagi orang tua dan keluarga agar tidak sembarangan memberikan makanan atau mencoba pengobatan rumahan kepada bayi, terutama yang belum genap berusia satu bulan.
Demam pada bayi baru lahir perlu mendapatkan pemeriksaan medis segera. Keluarga sebaiknya tidak memberikan telur mentah maupun bahan lain sebagai upaya pengobatan tanpa arahan tenaga kesehatan.
Selain itu, penyebab pasti kematian Alena dan kemungkinan hubungannya dengan dugaan pemberian telur mentah harus merujuk pada keterangan tenaga medis yang berwenang. Masyarakat diharapkan tidak menarik kesimpulan sendiri atau menyebarkan tuduhan kepada pihak tertentu sebelum fakta-fakta terkait kasus tersebut dipastikan.
Editor: Wahab Firmansyah